Dapat Peringatan Polisi, Massa Buruh Tolak UMP DKI Akhirnya Bubar

By DH 11-November-2017 | 09:36 Custom

Jakarta - Massa buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyemut di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11). Puluhan ribu buruh berunjuk rasa menuntut agar UMP di Jakarta direvisi dari Rp3,6 juta menjadi Rp3,9 juta. (Liputan6.com/Faizal Fanani) Jakarta  Massa buruh yang sejak siang berunjuk rasa di depan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sempat bertahan dan bergerak menuju Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya samping Lapangan IRTI Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat usai menggelar salat magrib. Namun, polisi yang bertugas berusaha menahan massa yang masih bertahan. Mereka mengenakan seragam antihuru-hara. 

Tak hanya itu, dua mobil watercanon dan barracuda sudah disiapkan di depan massa unjuk rasa. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto meminta massa buruh untuk membubarkan diri. Namun mereka tetap bersikukuh tak mau bubar dan memilih bertahan. "Saya beri waktu lima menit untuk membubarkan diri sebelum kita bubarkan paksa," ucap Suyudi dengan menggunakan pengeras suara, Jumat (10/11/2017) malam. 

Somasi dua kalipun terjadi dan akhirnya massa buruh yang menolak UMP DKI Jakarta 2018 ini memilih mundur pukul 19.50 WIB. Apalagi, kantor kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah tutup karena jam operasional sudah selesai. Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan UMP DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 3.648.035. Untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, Pemprov berusaha menurunkan biaya hidup. Seperti halnya pemberian subsidi akan penggunanan Transportasi Jakarta (Transjakarta) secara gratis mulai 2018. ( DH )


By DH 11-November-2017 | 09:36 Read 1