Diduga Aliran Sesat, Bakorpakem dan Kesbangpol Lebak Akan Panggil PAKU

By DV-1 8-September-2018 | 02:05 Custom Aliran sesat Lebak-Banten

LEBAK - Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) bersama Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lebak, Banten, menyoroti adanya kegiatan keagamaan yang diduga Aliran Sesat, di Kampung Parindang, RT 03, RW 04, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Lebak, yang mengatasnamakan Lelompok Pengajian Paguyuban Sunda Karuhun (Paku), pimpinan Daria Eyang Sepuh.

Kepala Kesbangpol Lebak, Yusuf mengaku. Bahwa kelompok atau perkumpulan yang menamakan diri Paku tersebut, untuk sementara ini akan terus kita awasi, terutama terkait kegiatan peribadatannya, yang diduga menganut aliran sesat.

“Perkumpulan masyarakat yang bernama Paku ini, untuk sementara akan terus kita awasi keberadaanya, karena terindikasi menganut, atau dapat menyebarkan aliran sesat pada warga masyarakat lainnya. Namun namun demikian,  kita belum bisa memutuskan secara fix kalau mereka benar-benar menganut aliran sesat, kita akan terus dalami,” ungkap Yusuf, usai rapat bersama Bakorpakem Kabupaten Lebak, Sabtu (8/9/2018).

Kepala Kesbangpol Lebak ini mengaku, sebelum pihaknya mengambil keputusan, terlebih dahulu pihak Bakorpakem akan memanggil pihak-pihak terkait, serta akan membahas lebih lanjut terkait keberadaan aktivitas kelompok pengajian, yang diduga tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Keputusannya mungkin Senin depan, kita akan melakukan pemanggilan terlebih dahulu terhadap kelompok pengajian Paku tersebut, dan disitu kita akan mendapati keputusannya, sesat atau tidaknya aliran mereka,” tambahnya.

Masih menurut Yusuf, berdasarkan informasi berhasil diperoleh Bakorpakem, bahwa kelompok pengajian Paku itu terindikasi aliran sesat, karena diduga banyak ajaran yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Seperti halnya salam pada acara pembukaan kegiatan pengajian, mengucapkan sampurasun, salam bumi pertiwi, salam Indonesia.

“Keterangan ini didapat dari pengikut sudah tak aktif. Yang diklarifikasi oleh Sat Intelkam Polres Lebak,” jelasnya.

Keterangan lainnya, kata Yusuf yaitu pengikut pengajian Paku tidak diwajibkan menghadap kiblat. Mereka dibolehkan solat menghadap arah manapun serta puasa Ramadhan tidak perlu dilaksanakan satu bulan penuh.

“Puasanya pada hari Senin, Kamis, Jumat dan hari kelahiran. Lalu tak membahas Alquran dalam pengajian hanya membahas pengkajian diri yang dimpimpin eyang sepuh,” katanya.

Kepala Desa Panancangan Subadri menuturkan, kelompok pengajian Paku yang diduga menganut aliran sesat sebetulnya sudah lama.

“Sudah ada lima tahun dan kita gak nyangka karena dikira paguron aja. Tapi setelah lama berjalan diketahui mengajarkan aliran sesat,” pungkasnya. (DV-1)



By DV-1 8-September-2018 | 02:05 Read 1