Maruf AminTegaskan Kedatangannya ke Untirta Bukan Kampanye

By EK-1 20-September-2018 | 08:52 Custom Maruf Amin di Tolak Mahasiswa Untirta

SERANG - Kehadiran bakal calon wakil presiden KH Maruf Amin ke Universitas Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten pada 17 September 2018, mendapat penolakan dari ratusan mahasiswa Untirta yang mempersoalkan kehadiran Maruf Amin yang notabene merupakan Cawapres. 

Selain itu, Mahasiswa yang tergabung dalam oeganisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Islam Indonesai (GMII) dan Gerakan Mahasiswa Khatolik Indonesia (GMKI) menduing adanya kampanye terselubung di dalam kampus.

Aksi penolakan yang membuat rektor Untirta Sholeh Hidayat merasa berang dan mengancam akan mengeluarkan Mahasiswa yang mendemo salah satu ulama kharismatik di Banten itu. Padahal, kedatangan Maruf Amin pada waktu itu hanya untuk menghadiri Tausyiah Islam dan Dies Natalis ke73.

"Kalau kami betul-betul mengundang Kiyai Maruf Amin sebagai Ketua MUI dan Rois Am PBNU, kami tidak ada kaitan dengan kepentingan politik, kalau penolakan itu sudah biasa, sunatullah," kata Sholeh.

Sementara KH Maruf Amin memastikan kedatanganya hanya untuk menghadiri tahub baru Islam dan Dies Natalis ke73. Bahkan, ia juga menegaskan tidak mengarahkan mahasiswa untuk memilih pasangan Jokowi Maruf Amin pada pemilu 2019 nanti.

"Saya enggak ngajak Mahasiswa memilih saya (Pada Pemilu 2019). Saya hanya ceramah, dan meminta doa restu," kata Maruf.

Ia menjelaskan, selain memberikan ceramah umum, sebagai orang Banten, ia juga meminta doa agar pelaksanaan Pilpres 2019 di Banten berjalan dengan kondusif.
 
"Saya hanya minta restu dan minta doa, karena saya orang Banten, maka saya hadir di sini sebagai orang yang pernah memperjuangkan Untirta menjadi negeri dan Untirta ini kebanggaan orang Banten," tandasnya (*) - Kehadiran bakal calon wakil presiden KH Maruf Amin ke Universitas Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten pada 17 September 2018, mendapat penolakan dari ratusan mahasiswa Untirta yang mempersoalkan kehadiran Maruf Amin yang notabene merupakan Cawapres. 

Selain itu, Mahasiswa yang tergabung dalam oeganisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Islam Indonesai (GMII) dan Gerakan Mahasiswa Khatolik Indonesia (GMKI) menduing adanya kampanye terselubung di dalam kampus.

Aksi penolakan yang membuat rektor Untirta Sholeh Hidayat merasa berang dan mengancam akan mengeluarkan Mahasiswa yang mendemo salah satu ulama kharismatik di Banten itu. Padahal, kedatangan Maruf Amin pada waktu itu hanya untuk menghadiri Tausyiah Islam dan Dies Natalis ke73.

"Kalau kami betul-betul mengundang Kiyai Maruf Amin sebagai Ketua MUI dan Rois Am PBNU, kami tidak ada kaitan dengan kepentingan politik, kalau penolakan itu sudah biasa, sunatullah," kata Sholeh.

Sementara KH Maruf Amin memastikan kedatanganya hanya untuk menghadiri tahub baru Islam dan Dies Natalis ke73. Bahkan, ia juga menegaskan tidak mengarahkan mahasiswa untuk memilih pasangan Jokowi Maruf Amin pada pemilu 2019 nanti.

"Saya enggak ngajak Mahasiswa memilih saya (Pada Pemilu 2019). Saya hanya ceramah, dan meminta doa restu," kata Maruf.

Ia menjelaskan, selain memberikan ceramah umum, sebagai orang Banten, ia juga meminta doa agar pelaksanaan Pilpres 2019 di Banten berjalan dengan kondusif.
 
"Saya hanya minta restu dan minta doa, karena saya orang Banten, maka saya hadir di sini sebagai orang yang pernah memperjuangkan Untirta menjadi negeri dan Untirta ini kebanggaan orang Banten," tandasnya (*)


By EK-1 20-September-2018 | 08:52 Read 1