Ratna Sarumpaet Terancam Mendekam di Penjara Akibat Kebohongannya

By Redaksi 5-Oktober-2018 | 04:01 Custom Ratna Sarumpaet

JAKARTA - Belakangan ini masyarakat Indonesia dihebohkan oleh pengakuan aktivis Ratna Sarumpaet yang mengaku dikeroyok oleh sejumlah orang di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September lalu.

Pengakuan Ratna tersebut langsung mendapat respon dari sejumlah tokoh penting, seperti Calom Wakil Presiden Prabowo Subianto, Politisi Partai Gerindra
Fadli Zon, hingga Amin Rais turut menanggapi dan menyampaikan empatinya terhadap kejadian yang diceritakan Ratna.

Namun, kejadian itu hanyalah karangan Ratna belaka, setelah membuat heboh publik, Ratna mengaku jika ia telah berbohong. Akibatnya, Ratna harus berurusan dengan pihak Kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengaku telah menerima laporan pada 2 Oktober, bahwa Ratna dianggap menyebarkan berita hoaks terkait tindak penganiayaan yang terjadi kepada dirinya. Ia dianggap melanggar Undang-Undang ITE Pasal 28 juncto Pasal 45 dengan ancaman 10 tahun.

"Jadi alasan penangkapan yang pertama adalah laporan polisi tanggal 2 Oktober 2018 kemarin, kami kenakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pidana Hukum dan Undang-Undang ITE Pasal 28 juncto Pasal 45 dengan ancaman 10 tahun," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018).


Ratna Sarumpet di Tangkap, Diduga Hendak Meninggalkan Indonesia


Aktivis Ratna Sarumpaet langsung diperiksa di Mapolda Metro Jaya setelah ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (4/10/2018) malam. Ia diduga akan meninggalkan Indonesia.

Setelah di periksa, Polisi belum bisa memastikan apakah Ratna akan langsung ditahan atau tidak, begitu pula dengan proses pemeriksaan yang akan dijalani Ratna.

"Namanya pemeriksaan, kan, tergantung jawaban yang bersangkutan ya. Kalau mengembang ya kami kembangkan begitu ya, kita tunggu saja ya," kata Argo.

Ia menambahkan, tidak ada saksi lain yang diperiksa polisi terkait kasus Ratna, malam ini. Namun, ia menyebut polisi telah memeriksa beberapa saksi kunci dalam kasus itu.

"Ya kami kan enggak mungkin langsung periksa yang lainnya, kita tunggu saja. Masa (saksi lain diperiksa) malam ini enggak mungkinlah, kami sudah memeriksa beberapa saksi kunci yang kami gunakan untuk alat bukti," ucap Argo. (AP)



By Redaksi 5-Oktober-2018 | 04:01 Read 1