Data BPS : 69,11 Ribu Orang di Kabupaten Serang Masih Miskin

By Redaksi 10-Oktober-2018 | 23:34 Custom Kemiskinan di Kabupaten Serang

SERANG - Badan Pusat Statistik atau BPS Kabupaten Serang, Banten merilis secara nasional angka kemiskinan di Kabupaten Serang pada tahun 2017 berjumlah 69,11 ribu orang atau 4,63 persen. Angka tersebut bertambah jika di bandingkan pada tahun 2016 yang jumlahnya 67,92 ribu orang atu 4,58 persen.

Kendati demikian, angka kemiskinan di Kabupaten Serang terendah ketiga di Provinsi Banten ketibang Kabupaten/Kota yang lainnya.

Secara berurutan, angka kemiskinan mulai yang terendah yakni, Kota Tangerang Selatan 1,76 persen, Kota Cilegon 3,52 persen, Kabupaten Serang 4,63 persen, Kota Tangerang 4,95 persen, Kabupaten Tangerang 5,39 persen, Kota Serang 5,57 persen, Kabupaten Lebak 8,64 persen, dan Kabupaten Pandeglang 9,74 persen.

"Angka kemiskinan Kabupaten Serang masih di bawah rata-rata di Banten. Sebab angka kemiskinan Provinsi Banten tahun 2017 adalah 5,45 persen, kenaikan angka kemiskinan di tahun 2017 terjadi hampir di semua kabupaten/kota, termasuk Provinsi Banten," kata Kepala BPS Kabupaten Serang, Indra Warman, Rabu (10/10/2018).

Menurut Indra, penyebab angka kemiskinan naik, karena daya beli masyarakat akibat terjadi inflasi sepanjang 2017 yang merupakan pengaruh bersifat nasional dan global. 

"Kemiskinan tidak bisa dilihat dari kasat mata tapi harus menyoroti banyak aspek di masyarakat. Khususnya tingkat kemampuan masyarakat untuk tetap bisa mencukupi kebutuhan dasarnya, baik konsumsi makanan maupun non makanan. Variabel ini ditangkap dari Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas yang dilaksanakan setiap tahun," ujarnya.

Indra menjelaskan, angka kemiskinan yang dirilis BPS adalah data makro dan digunakan oleh pemerintah secara nasional untuk mengevaluasi capaian pengentasan kemiskian oleh pemerintah daerah yang dihitung berdasarkan besaran kebutuhan agau pengeluaran rumah tangga untuk mencukupi kebutuh minimum makanan dan bukan makanan.(Dv/Red)


By Redaksi 10-Oktober-2018 | 23:34 Read 1