Di Korupsi, Gedung Shelter Tsunami Pandeglang Banten Jadi Tempat Maksiat ABG

By Redaksi 9-November-2018 | 07:50 Custom Gedung Shelter Tsunami Labuan

PANDEGLANG - Gedung shelter tsunami yang terletak di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya, gedung shelter tsunami senilai Rp 18 miliar itu tampak penuh coretan dinding. Berbagai macam coretan khas pelajar memenuhi hampir di setiap sisi gedung.

Ironisnya, hampir setiap hari gedung berlantai 3 dengan luas 2,456 meter persegi itu malah dijadikan tempat maksiat oleh kaum muda-mudi warga sekitar yang merasa resah dengan keberadaannya sering mengusir kamu muda-mudi tersebut.

"Setelah beres dibangun sampai saat ini di pakai tempat maskiat anak-anak ABG (Anak Baru Gede)," kata Ateng salah seorang warga, Kamis (8/11/2018).

Ia mengaku sering mengeluhkan kodisi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang, agar segera diurus. Namun, aduannya tersebut belum didengar dengan alasan belum ada serah terima penggunaan gedung.

Mengingat shalter tsunami tersebut di korupsi oleh Direktur PT Tidar Sejahtera Takwin Ali Muchtar dan manajernya Wiyarsa Joko Pranolo dan PPK dari Kementerian Pekerjaan Umum bernama Ahmad Gunawan yang saat ini menjadi tersangka.

"Ketika saya minta tolong agar segera di bereskan atau meminta agar ada yang menjaga supaya tidak dijadikan tempat maksiat, namun tidak pernah didengar dengan alasan belum ada serah terima," ujarnya.

Sementara Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku akan segera menggelar rapat dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas shelter tsunami. Ia juga meminta restu dari warga agar shelter tsunami tersebut dapat digunakan untuk tempat palkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Nanti saya mau rapat masalah pelpalkiran dan PKL, warga setuju tidak kalau shalter tsunami dijadikan tempat untuk mereka, agar pasar Labuan tidak semrawut," kata Irna.(Pji/Red)



By Redaksi 9-November-2018 | 07:50 Read 1