oleh

Dugaan Kecurangan dalam SKD CPNS 2021 dan Tindak Lanjutnya

-Nasional-315 views

RNC Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Tjahjo Kumolo telah menerima laporan terkait kecurangan SKD CPNS yang terjadi di sejumlah titik lokasi (tilok).

Tjahjo menegaskan akan mendiskualifikasi para peserta yang terlibat dalam kecurangan tersebut.

“Pansel dan BKN serta KemenpanRB sedang membahas strategi untuk mendiskualifikasi peserta yang curang tanpa membuat gaduh,” katanya, Rabu (27/10/2021).

Seperti diketahui, BKN telah memiliki sistem audit trail yang dapat melihat aktivitas peserta dalam mengerjakan ujian dengan CAT BKN. Dengan implementasi CAT BKN Online, pola kecurangan juga berubah sehingga diperlukan metode tambahan selain audit trail. Setelah indikasi kecurangan di Kab. Buol, BKN membuat metode tambahan dengan algoritma baru untuk mempercepat pengambilan keputusan. Karena dipandang kurang memadai, dibuatlah algoritma Machine Learning (ML) untuk mengurangi kemungkinan false (-) dan (+) dari algoritma sebelumnya. Hasil algoritma ML kemudian divalidasi secara manual untuk meningkatkan validitas hasil.
Setelah melakukan verifikasi dan validasi terhadap 225 peserta yang diduga melakukan kecurangan, BKN megundang rapat Panselnas khusus pada Jumat malam, 22 Oktober 2021 yang dihadiri oleh:

  1. Unsur BKN: Plt. Kepala BKN, Deputi Pengawasan dan Pengendalian, Deputi Sistem Informasi Kepegawaian, Direktur Infrastruktur TI, Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi
  2. Unsur KemenPANRB: Plt. Asdep Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur
  3. Unsur BSSN: Direktur Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi
  4. Unsur BPKP: Direktur Pengawasan Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Reformasi Birokrasi
    Seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa:
  5. Perlu dilakukan diskualifikasi terhadap 225 peserta yang diduga melakukan kecurangan;
  6. Diskualifikasi ini perlu segera disampaikan kepada masing-masing instansi;
  7. Jika peserta menggugat dan dapat dibuktikan bahwa yang bersangkutan tidak melakukan kecurangan seperti yang dituduhkan, maka yang bersangkutan dapat diuji ulang; dan
  8. Seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan kecurangan ini harus ditindak sesuai dengan peraturan perundangan.

BKN akan terus menerus melakukan perbaikan sistem dan prosedur untuk mencegah kecurangan serupa di masa yang akan datang. Pada SKB yang akan dilaksanakan pada November-Desember 2021, diharapkan sistem pengaman tambahan telah dapat diimplementasi untuk memperkecil kemungkinan kecurangan melalui aplikasi remote atau fraud jenis yang lain.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.