oleh

Rasa Optimis Sang Pendekar Pencak Silat Dunia Dra. Nuni Harniati M.M Terkait Pencak Silat Menuju Olimpiade

-Olahraga-182 views

Jakarta – RNC: Setiap orang pasti mempunyai cita-cita yang tinggi, begitu juga dengan sosok Nuni Harniati, meski kehidupannya sederhana dengan penghasilan orang tua yang hanya sebagai Guru, namun tidak memupuskan Impian Nuni Harniati untuk bisa keliling Dunia seperti kawan-kawannya kala duduk di bangku SMA.

Kisah ini di uraikan oleh Sang Pendekar Pencak Silat Dunia yakni Dra. Nuni Harniati M.M kepada wartawan usai acara Rapat Pleno Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Dirinya menceritakan semasa kecil dulu suka berkelahi dengan kakak perempuannya yang mempunyai sifat Feminin banget, berbeda dengan Nuni yang memiliki sifat kelaki-lakian (Tomboy).

“Waktu kecil saya itu kayak jagoan tomboy gitu, suka berantem sama kakak saya, kakak saya kan perempuan banget. Jadi kalau lagi berantem sama kakak, tonjok-tonjokan, tendang-tendangan gitu. Padahal belum punya ilmu Bela Diri,” tutur Kak Nuni sapaan akrabnya di Pendopo Pencak Silat Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, pada Senin (31/1/2022) malam.

Kebetulan waktu itu lanjut kak Nuni, pas SMA kelas satu saya di jorokin sama temen saya, kacamata saya pecah. Dia ga mau ganti, karena saya ga bisa Bela Diri, saya angkat aja meja sekolah kayak Rambo gitu.

“Nah sejak itu bapak saya menyarankan untuk ikut silat aja Bela Diri, karena sekolah saya kan di Al-Azhar dari SD, SMP sampai SMA. Kebetulan di Al-Azhar itukan ada perguruan Al-Azhar Seni Bela Diri (ASBD) akhirnya saya masuk situ pada tahun 1985,” jelasnya.

Sambungnya lagi, di Al-Azhar itukan kebanyakan anak orang kaya ya, kalau saya kan hanya anak seorang Guru, kalau temen-temen cerita, eh elu pergi liburan kemana. Gue ke Amerika, Australia, Jepang, sedangkan saya liburan cuma pergi ke Bogor.

“Karena malu akhirnya saya bilang ke orang tua, pak pengen keluar negeri gimana caranya ya. Kamu latihan pencak silat aja yang serius, nanti kamu pasti bisa juara terus keluar negeri mewakili Negara Indonesia,” kata Kak Nuni yang juga Anggota Pembibitan dan Pemasalan PB IPSI.

Sejak itu saya semangat, jam 5 pagi saya sudah latihan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), meski bukan anak Olahraga saya di Bimbingan Konseling, tapi saya kayak anak Olahraga, karena teman saya kebanyakan anak Olahraga.

“Terus berangkat dari situ. Karena saya ulet, kuliah nomer dua bagi saya pada waktu itu, dan Alhamdulillah saya dapat beasiswa. Akhirnya saya bisa keluar Negeri, bisa membuktikan ke bapak saya, kan bapak saya cuma guru doang. Saya bisa ke Amerika juga udah pernah gara-gara Pencak Silat,” ungkapnya.

Sudah banyak Nuni Harniati menorehkan gelar juara, hingga kekancah Internasional mengharumkan nama Bangsa. Awalnya dari Kejuaraan Pencak Silat DKI Jakarta.

“Berawal ikut Kejuaraan Pencak Silat di DKI Jakarta saya menjadi juara satu, kemudian mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) mendapatkan juara dua dan lalu mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jakarta mendapatkan medali Emas. Kemudian saya mengikuti World Champion tahun 1990 meraih juara dua, kemudian ikut Invitasi Dunia tahun 1992 di Thailand. Alhamdulillah kalau di Thailand saya juara pertama mendapatkan medali Emas (Gold), kebetulan lawannya itu memang sangat berat juga ya, waktu itu jagonya Thailand terus dikandangnya Thailand,” terangnya.

“Tapi Alhamdulillah saya saat itu bisa mengalahkan Atlet Thailand itu, mungkin karena emosi saya stabil dan emosinya tuan rumah pastinya meledak-ledak ingin menjadi Juara ya. Nah Alhamdulillah ditangan saya saya bisa mendapatkan Gold dari orang Thailand tersebut, jadi Alhamdulillah saya bisa melewati itu. Itu yang paling tertinggi saat itu, soalnya pada tahun 1990 kan yang tertinggi itu adalah World Champion dan Invitasi Dunia, belum ada Olimpiade, dan pada Kejuaraan Sea Games tahun 1993 di Singapura saya mendapatkan Juara tiga,” sambungnya.

Oleh karena itu sekarang Nuni Harniati menjadi guru Bimbingan Konseling di Al-Azhar Bintaro, Tangerang Selatan. Namun baru beberapa bulan lalu dirinya terpilih menjadi Ketua Umum Perguruan Al-Azhar Seni Bela Diri (ASBD).

“Saya kemarin baru 3 bulan ini saya terpilih menjadi Ketua Umum Perguruan Al-Azhar Seni Bela Diri dan Dewan guru saya adalah Bapak Adiaksa Daut, kebetulan Pak Adiaksa Daut dulu sabuk putihnya sampai sabuk coklatnya itu di Al-Azhar,” ujarnya.

Nuni Harniati berharap dengan dirinya menjadi Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia bidang Pembibitan dan Pemasalan, bisa menelurkan bibit-bibit Juara Dunia baru untuk meneruskan dan mangharumkan nama bangsa Indonesia di kancah Internasional.

“Karena saya berangkat dari mantan juara dunia mindset saya itu adalah ‘Pencak Silat Road to the Olympic’. InsyaAllah Bangsa Indonesia ini bisa menelorkan. Kebetulan kan saya ini kan pembibitan dan pemasalan, jadi InsyaAllah saya bisa membawa adik-adik untuk Road to the Olympic,” pungkasnya. (RNC/Yus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.