oleh

ARM Unjuk Rasa Tentang JHT dan Menolak Permenaker

Jakarta-RNC: Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) berunjuk rasa di depan halaman kantor Kemenaker RI, mengenai Jaminan Hari Tua (JHT) dan menolak permenaker no 2 tahun 2022

Menuk Wulandari sebagai Ketua Aliansi Rakyat Menggugat menegaskan bahwa ARM datang ke sini itu, untuk melihat karena ada yang suaminya buruh, JHT itu adalah uang / gaji mereka yang disisihkan tiap bulan untuk hari tua. Jadi kebayang kalau misalnya pemerintah itu tiba-tiba dia menerbitkan aturan peraturan di mana JHT itu harus diambil pada saat berusia 56 tahun. Itu bukan duit pemerintah jadi apakah pemerintah memang sudah tidak punya duit lagi. Untuk apa uang rakyat di ambil-ambil seperti itu. Jadi kami ke sini untuk menuntut dihapusnya permenaker tersebut.

Saran saya tolong pemerintah lebih memikirkan nasib rakyat. Kalau sekarang ini tidak ada satupun pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Jadi mereka itu hanya bisanya menekan sekarang, ini seperti beli minyak harus divaksin atau pakai BPJS. Itu apa hubungannya semuanya itu hanyalah cara-cara pemerintah dalam mengambil uang rakyat. Nanti ujung-ujungnya akan kena pajak Pajak tinggi segala macam, BBM akan naik Sekarang kita bilang ini adalah mismanajemen. Pemerintah kalau tidak bisa silahkan mundur.

Di mana letak keadilan, jadi kita hanya ingin pemerintah yang nanti akan memimpin Indonesia itu adalah benar-benar yang amanah dan bisa mengamalkan Pancasila 1-5. Jangan hanya bisa berpikir saya Pancasila saya Pancasila tapi tidak bisa mengamalkan sila-sila yang ada di dalam Pancasila itu.

“Menteri itu adalah wakil rakyat pembantu Presiden dia harus mewakili kita, apakah pernah ibu menteri itu berpikir suaminya buruh. Harusnya sebagai ibu menteri punya hati dong Bu.” Tegasnya Menuk Wulandari. (RNC/Yus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.