oleh

Dirut Pertamina Akui Stok Solar Jebol

Jakarta – RNC: Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengakui penggunaan BBM solar sudah melebihi batas yang ditentukan atau jebol. Dikutib oleh rilisnusantara.com hari ini. PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengklaim kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sudah jebol. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi usai pandemi covid-19. “Hari ini sudah over kuota, kami menyadari ini karena aktivitas usaha pasca pandemi recovery Indonesia ini lebih cepat dari yang diperkirakan. Jadi Alhamdulillah kalau ini kemudian digunakan untuk sektor yang berhak dapat subsidi,” kata Nicke kepada wartawan, Jumat (8/4). Ia mengatakan pemerintah memberikan subsidi untuk solar sebesar Rp7.800 per liter. Sementara, harga jual solar di SPBU hanya Rp5.150 per liter. Sementara, ia memastikan bahwa pasokan bahan bakar solar sudah lebih dari cukup saat ini. “Jadi Pertamina menetapkan stok operasi selama ini adalah 21 hari, sebagai gambaran ya, untuk solar itu hari ini stoknya 23 hari. Jadi sebetulnya sudah lebih dari stok yang biasanya,” kata Nicke. Lebih lanjut, Nicke menjelaskan bahwa pihaknya telah memproyeksikan konsumsi bahan bakar meningkat hingga 30 persen selama Ramadan. Pasalnya, pemerintah telah mengizinkan masyarakat untuk pulang kampung setelah dua tahun dilarang akibat pandemi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina akan mengerahkan 220 unit motoris yang akan mengisi BBM di tengah jalan. “Nanti bapak ibu yang di tengah jalan kehabisan BBM tinggal telepon call center 135, kemudian share location dan nanti motoris ini akan datang ke lokasi bapak ibu untuk mengisi BBM di tempat,” terang Nicke. Selain itu, Pertamina juga akan mengerahkan 144 unit mobil tangki BBM di rest area. Dengan begitu, rest area yang tidak memiliki SPBU tetap bisa mengisi bahan bakar dengan mobil tersebut. Terakhir, Nicke akan meminta jajarannya untuk membentuk SPBU sementara guna memecah antrean yang ada di 37 unit SPBU. (RNC/ Ichwan. A)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.