oleh

Perumda Paljaya Kelola Limbah dari Perkantoran dan Rumah Warga Jakarta

-Berita, Politik-209 views

Jakarta – RNC: Perusahaan Umum Daerah  Pengelolaan Air Limbah Jaya atau Perumda Paljaya merupakan BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan aktivitas usaha di bidang jasa pengelolaan air limbah seperti penyaluran, pengumpulan, pemeliharaan, dan pengolahannya.

Direktur Teknik dan Usaha Perumda Paljaya, Asri Indiyani, pada acara buka puasa bersama wartawan, dikantor Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Krukut, Jalan Masjid Hidayatullah, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2022) menyatakan, kota yang maju harus memiliki infrastruktur yang baik termasuk jaringan pengelolaan air limbah ,” katanya.

“Rencananya 15 zonasi, yang telah dibuat saat ini baru ada zona 0. Yakni IPAL Krukut dan IPAL Setiabudi. Di zona 0 ini panjang pipanya mencapai 128 km,” jelasnya.

Menurutnya, di Indonesia IPAL saat ini baru ada di 13 kota. Salah satunya di kota Jakarta, yang berada di Krukut. “Dengan terbangunnya IPAL Krukut tak lain untuk meningkatkan kualitas air limbah hasil olahan dari bangunan perpipaan di kawasan Soedirman, SCBD, Senayan, Gatot Soebroto, dan Bendungan Hilir, ” papar Asri.

“IPAL ini akan lebih menguntungkan bagi pelanggannya. Misalnya untuk pengelola gedung, tidak harus membeli alat dan setiap bulan tidak harus mengecek sendiri kualitas limbahnya. Semuanya dikelola oleh Paljaya. Hanya bayar tarif sesuai Pergub. Karena itu, kami minta para pengelola gedung agar menyerahkan pengelolaan limbahnya kepada kami,” jelas perempuan berhijab ini.

Lanjut dia, Perumda Paljaya terus berinovasi. Bukan hanya air limbah rumah tangga dan gedung perkantoran di sekitar area zonasi, namun juga akan mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kapasitas pengolahan IPAL Krukut sebesar 100 liter/detik atau setara dengan 8.600 m3/hari, sedang IPAL di Waduk Pluit berkapasitas 250 liter/detik atau setara dengan 20.000-21.000 m3/hari.

“Dengan proses ini, lingkungan juga menjadi sehat, karena air yang mengalir ke badan air adalah air yang sudah bebas dari limbah domestik dan memenuhi standar baku mutu,” ujar Asri.

Dikatakannya, kendala yang saat ini dihadapi Perumda Paljaya dalam menjalankan fungsi sosial dan fungsi komersilnya sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, meskipun melalui Perda 5 Tahun 2021 tentang Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah, Paljaya diberi tugas baru yakni mengolah limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Pasalnya, Perda itu tidak memberikan kewenangan kepada Paljaya untuk melakukan penindakan, sehingga jika ada pengelola gedung bertingkat dan perkantoran yang tak mau menjadi pelanggan, Paljaya tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan tarif pengolahan air limbah sejak 10 tahun lalu tidak mengalami perubahan, meski biaya pengolahan air limbah lumayan besar.

“Kekurangan pemasukan dari pengolahan air limbah kami tutupi dengan diversifikasi usaha. Jadi, kami melakukan sistem subsidi silang,” jelas Corporate Secretary Paljaya, Tanto Tabrani.

Dalam kesempatan ini, turut hadir Komisaris Utama (Komut) Perumda Paljaya, Andi Saputra dan Komisaris Budi Siswanto. (RNC/Dedy Budiman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.