oleh

Halal Bi Halal Keluarga Besar Alumni dan Kader Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelemat Organisasi (HMI-MPO) Se-Jabodetabek

-Berita-267 views

Jakarta – RNC: Dengan berharap ridho Allah SWT, kami Keluarga Besar Alumni dan Kader Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelemat Organisasi (HMI-MPO) se jakarta Bogor Tangerang, Bekas, dan Depok dan Jawa Bagian Barat menyatakan sikap sebagai berkut:

1. Sebagai bagian dari pelaku sejarah reformasi 1998 kami mencermati saat ini telah terjadi penghianatan terhadap nilai-nilai reformasi yang telah diperjuangkan. Sebab faktanya praktik KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) malah semakin merajalela pada hampir semua kehidupan mulai dari pejabat desa dan kelurahan, bupati/walikota/gube pemerintah hingga lingkungan istana di tengah rakyat yang menderita karena Covid 19 dengan segala variannya. Akibatnya, indeks korupsi Indeks Persepsi Korupsi (IPK) sebesar 38 berada di peringkat 96 dari 180 negara yang duplikasi clet ini mendapat shar Indeks Transparency International Indonesia pada Selasa 25 Januari 2022.

2. Agenda demokrasi Indonesia rapotnya masih merah. Para aktivis demokrasi yang kritis baik secara pribadi maupun kelompok banyak dikriminlisasi oleh penguasa dan aparat negara untuk membungkam mereka. Indeks demokrasi Indonesia menunjukkan skornya terburuk separjang 14 tahun terakhir hanya mencapai 6,30.

3.  Reformasi juga menghendaki kesejahteraan rakyat, tetapi faktanya kesenjangan terjadi luar biasa. Kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia sama dengan kekayaan 100 juta pendudsk Indonesia. Angka kemiskinan juga meningkat dari sekitar 26 juta kini sudah lebih 29 juta resmi BPS, menyebutkan bahwa jumlah orang miskin di Indonesia mencapai lebih dani 75 juta. Di saat yang sama terjadi ketimpangan pendapatan di mana rakyat miskin bertamibah sementara kekayaan para pejabat justru bertambah 70% lebih kemiskinan Indonesia pada 2022 berpotensi melonjak menjadi 10,81 persen antara 29,3 juta penduduk (lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies, IDEAS), setara survei Litbang Kompas saat ini menemukan 7 dari 10 responden kesulitan membe tuhan pokok.

4. Penegakan Hukum dan HAM juga mencatat kondisi yang terus memburuk Pelanggaran kemanusiaan berupa unlawfull killing di KM 50 pada para oposisi pemerintah yang dilakukan aparat kepolosian malah lolos dari jeratan hukum. Skor terkait kondisi HAM di Indiensia baru mencapai skornya 2,9.

5. Kedaulatan negara dan bangsa makin tergadaikan oleh yang mengatasnamakan para investor asing pada sejumlah proyek. Banyak jebakan inwestasi yang membuat utang negara semakin tidak terkendali. Pinjaman investasi yang tidak matang mengakibatkan kerugian dalamjangka  pendek, menengah, maupun panjang.

6. Kondisi sosial, seni, dan budaya semakin kehilangan ciri dan karakter bangsa Indonesia yang kae dengan khazanah seni dan budayanya. Berbagai tayangan dan hiburan yang tersebar melalui media arus utama maupun media aktual dini oleh seni dan budaya impor yang meruntuhkan kebhinekaan dan keanekaragaman budaya dan hayati Indonesia.

7. Peningkatan kualitas sumber daya manusia semakin sulit dikembangkan karena komersialisasi pendidikan yang membatasi akses kelompok kurang mampu karena mahalnya biaya pendidikan yang hanya bisa dijangkau oleh kelas menengah atas. Akibatbya, lapangan kerja semakin sulit diidi oleh para pekerja lokal karena rendahnya keterampilan dari lulusan pendidikan yang rendah. Secara akumulatif, mayoritas pekerja adalah lulusan SD/sederajat sebesar 41%, pekerja lulusan SMP/sederajat 18%, lulusan SMA/sederajat 18%. Lulusan SMK 11%, lulusan Diploma/D3 sebesar 3%, dan lulusan Perguruan tinggi sebesar 10%.

8. Kondisi kesehatan warga negara Indonesia masih belum pulis pasca pandemi. Sementara itu, BPJS masih belum sepenuhnya mengkover kebutuhan biaya kesehatan masyarakat. Proyek vaksinasi ditengarai menjadi proyek spekulan para pihak pemburu rente yang memunculkan aroma adanya praktik korupsi yang harus diusut dan diadili secara transparan.

9. Dinamika gerakan mahasiswa akan elemen kebangsaan lainnya [erlu diterus didukung dan didorong untuk menyuarakan hati nurani rakyat. Sejarah Panjang bangsa Indonesia telah membuktikan pentingnya peran mahasiswa dalam mendorong dan mengawasi perubahan ke arah yang lebih baik. Upaya represif dari aparat keamanan tehadap gerakan mahasiswa dan para aktivis prodemokrasi harus dilawan dan didudukan sesuai kttentuan hukum dan peraturan yang berlaku. (RNC/Rusi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.