oleh

Kebebasan Berpendapat Melalui Media Apapun

-Berita-101 views

Jakarta – RNC: Kebebasan yang pertama artikel buku atau selebaran diterbitkan yang kedua adalah melalui proses melalui demonstrasi dan lain-lain, internet serta media sosial ataupun komik bisa dikategorikan sebagai satu bentuk. Sesuai barang ataupun proses satu bentuk karya seni juga sangat mungkin komik kartun itu seluruhnya adalah masyarakat di dunia untuk menyampaikan pendapat atau kritik terhadap suatu permasalahan negara ketiga hukum internasional yang relevan. Tentang perlindungan perempuan internasional kebebasan untuk mengekspresikan pendapat atau ide itu dianggap sangat penting bagi setiap individu. Karena dia memberikan kontribusi untuk pengembangan ilmu seseorang dan menjadi biasa atau pondasi dari sebuah kehidupan masyarakat yang demokratis adalah persyaratan yang diperlukan untuk menikmati hak-hak yang lainnya.

Kalau kita tidak boleh bicara tidak mungkin kita bisa menikmati tempat lain misalnya memilih atau berkumpul atau berserikat atau bahkan memperjuangkan kesejahteraan tidak mungkin seorang guru bisa sejahtera tanpa misalnya diberikan kebebasan. Tidak mungkin kelompok guru atau kelompok pekerja termasuk yang berprofesi sebagai pengacara, dokter bisa memberikan pendapatnya tanpa dibolehkan untuk berbicara atau tanpa diperbolehkan untuk berkumpul atau tanpa diperbolehkan untuk mendirikan organisasi dan sebagainya. Tetapi memang ada kecenderungan secara global yang menghawatirkan dimana pemerintah otoritas penyebaran membatasi diskusi dan bebas di dalam atau di dalam diantara para masyarakat dan juga pemerintah sebagai contoh kebesaran mitos bahagia.

Meskipun Amerika Serikat bisa dikatakan sebagai negara yang cukup berdepan untuk kebebasan amandemen pertama dari konstitusi. Amerika selalu duduk untuk mengaduk segala orang-orang pidanan segala penentuan pidana terhadap dugaan pencemaran nama baik. Jadi kalau kita misalnya para ahli hukum para yuris di dunia yang pertama ada DPR maka kalau kita mempelajari definisi pencemaran nama baik itu tidak boleh lagi dituntut secara tidak. Indonesia misalnya pencemaran yang baik pasti mengandung unsur pembicaraan itu perkembangan hukum yang memang berbeda di antara setiap negara untuk kebebasan berpendapat tidak boleh dibatasi sama sekali tidak boleh diganggu sama sekali sementara untuk mengekspresikan pendapatmu dalam keadaan yang begitu memang mungkin bisa dibatasi tetapi dengan kriteria yang berbeda yang sangat cepat.

Dalam studi kasus khususnya komik yang hari ini kita bicarakan lalu kita bahas tentang komik apa sih komik itu komik adalah salah satu medium yang digunakan untuk mengekspresikan ide itu dengan gambar seperti kartun. Bedanya dengan kartun adalah kalau topik bisa perpanjang lebar bisa bersaing tapi kalau kartun hanya satu spidol gambar misalnya editorial sebuah media massa akan membuat seperti ucapan keterangan atau untuk mendorong perlindungan karya-karya kritis. Seperti komik seperti ini beragam dari mulai yang tujuannya bisnis tujuan edukasi sampai dengan tujuannya kritik politik Kita pernah saksikan kritik yaitu tentang organisasi Islam di Indonesia juga berwujud dengan pelaporan pembicaraan jadi ada banyak yang bisa kita ambil sebagai contoh beberapa karya kartun karya komik itu bisa berujung pada masalah hukum atau pembatasan kebebasan berpendapat.

Kebebasan berekspresi di Indonesia oleh karena itu saya apresiasi kepada para kawan-kawan yang mencoba mematangkan karya dari komik ini di dalam sebuah hukum melalui tenis yang saya kira mengambil peran untuk memastikan bahwa komik ini tidak mengandung kemungkinan atau fitnah atau misalnya hal-hal yang yang yang melanggar hukum. Menariknya kalau kita baca pengantarnya di situ sudah dikatakan bahwa kalaupun ada kritik kalaupun ada hal yang mungkin kurang berkenan di sebagai pembaca maka sebagai penyusun paradise dari dan panduwiyono menyampaikan permohonan maaf jadi sudah didahului dengan permohonan maaf. Perusahaannya ada yang tersinggung di dalam konteks di dalam pemikiran ini satu karya yang yang elegan yang kritis tetapi sekaligus juga mengerti akan konsekuensi konsekuensi hukum yang mungkin bisa diambil oleh beberapa kawan lain tetapi dengan dengan satu perspektif yang kuat tentang kepentingan umum dan kepentingan pasien komik ini saya kira sulit untuk dipersoalkan secara khusus regulasi tentang komik kalau kita lihat sendiri di Indonesia biasanya menutup pada pasal 315 yang sudah hukum pidana tidak bisa diambil dengan peraturan mahkamah agung nomor 2 tahun 2012 nah ini bisa digunakan penggunaan medium informasi. (RNC/Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.