oleh

Alexander Laporkan Pekerja Situs Judi Online Pengeroyok Anaknya Ke  Polsek Cengkareng

Jakarta – RNC: Tidak terima anaknya dikeroyok oleh puluhan orang dikawasan Taman Palem Mutiara Blok A 9 No. 25 Cengkareng, Jakarta Barat hingga babak belur, Alexander didampingi Kuasa Hukumnya Tubagus Taradipa SH dan Robinson Manurung SH melaporkan kasus pengeroyokan anaknya itu ke Polsek Cengkareng Jakarta Barat.


Alex mengatakan peristiwa pengeroyokan terhadap anaknya yang bernama Nando (25) itu terjadi pada Selasa (7 Juni 2022) sekitar pukul 22.30 disalah satu Ruko dikawasan Taman Palem Mutiara Blok A 9 No. 25 Kelurahan  Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. “Nando difitnah oleh pengelola perusahaan Market Judi online mencuri data base milik perusahaan. Dia dikeroyok oleh sesama pekerja Judi Online sendiri hingga babak belur dan menimbulkan luka disekitar tubuhnya. Bahkan pipi sebelah kirinya pun di sundut dengan api rokok,” papar Alexander.

Yang jelas saya sebagai orang tuanya, lanjutnya, tidak bisa terima perlakuan ini dengan alasan apapun juga. “Karena anak saya sampai bonyok dan telinga sebelah kirinya sampai pecah mengeluarkan darah karena dikeroyok oleh puluhan orang,” ujar Alex saat di wawancarai wartawan di halaman Polsek Cengkareng. Untuk itu, kata Alex, hari ini kami bersama kuasa hukum Tubagus Taradipa SH dan Robinson Manurung SH secara resmi membuat laporan kepada pihak kepolisian Polsek Cengkareng untuk mencari keadilan atas apa yang sudah mereka perbuat terhadap anak saya.

Sementara itu, Nando menyatakan bahwa dirinya mengira kalau dia diamankan sama pihak security ke Distrik LSM  GMBI dan Yayasan penyalur tenaga security itu untuk di amankan.  Namun ternyata dia dianiaya oleh rekan-rekan kerjanya. Bahkan katanya diduga ada pihak lain yant ikut juga ikut dalam pengeroyokan itu.

“Saya baru bekerja belum ada Tiga bulan di perusahaan Judi online dengan Situs xxxx, tapi malah sudah dituduh membobol database perusahaan tersebut. Saya dianiaya dan sempat disekap hingga mengalami luka-luka diseluruh bagian tubuh dan telinga kiri saya pecah sehingga mengeluarkan darah,” kata Nando.

Pada kesempatan itu Tubagus Taradipa, SH mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi pelayanan Polsek Cengkareng yang terbuka untuk memberikan pelayanan kepada Masyarakat. Namun Tubagus Taradipa, SH meminta agar Kapolsek segera perintahkan anggotanya agar tindak tegas terhadap para pelaku pengeroyokan tersebut.

Terkait kasus yang dialami oleh kliennya, Tubagus Taradipa, SH mengatakan, pihaknya datang saat ini kemari (Polsek Cengkareng, red) mengingat kemarin hari Selasa tanggal 7 juni 2022 ada kejadian, Nando klien kami dipukulin di kantornya oleh teman-teman sekantornya sendiri karena dianggap perbuatan melawan hukum mencuri uang perusahaan. “Artinya dia dianggap membobol situs perusahaan,” tandas Tubagus Taradipa, SH.


Tubagus Taradipa SH menambahkan, perlu diketahui bahwa diduga perusahaan yang kliennya bekerja ini adalah judi onlline. Artinya, katanya, apapun persoalannya perusahaan benar sekalipun apabila perbuatan melawan hukum belum terbukti harusnya dibawa ke Polsek bukan digebukin. “Ironisnya yang mengeroyok itu adalah teman kerjanya Nando sendiri. Informasi yang saya terima, Nando dibawa ketempat pengamanan baru dikeroyok oleh teman-teman kerjanya sendiri,” ungkapnya.

Dia menambahkan, yang jadi masalah dalam persoalan ini adalah belum terbukti Nando bersalah. “Negara kita negara hukum, maka saya minta kepada Polsek Cengkareng untuk menyikapi masalah ini sampai ke akar-akarnya dan saya minta kepada Pejabat hukum yang ada di Republik ini terutama Bapak Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri agar menindak tegas terhadap persoalan ini,” jelas Tubagus Taradipa, SH.

“Ini tempat judi on line, itu informasi yang saya terima dari ponakan saya. Nando dipukuli disitu, sedangkan dia belum tentu terbukti bersalah. Jadi, saya minta kepada teman-teman media tolong kawal permasalahan ini sampai selesai,” tandas Tubagus Taradipa, SH.

Ditempat terpisah, Robinson Manurung SH menyayangkan dengan apa yang dilakukan para pelaku pengeroyokan yang main hakim sendiri terhadap klian nya itu. Hal ini bertentangan dengan Pasal 170 KUHP. “Sebagaimana laporan kita hari ini dengan No. LP/669/B/VI/2022/SPKT Polsek Cengkareng. “Apapun alasannya, kekerasan secara fisik tidak dibenarkan, karena negara kita adalah negara hukum,” kata Robinson Manurung SH selaku Kuasa Hukum korban.

Robinson Manurung menegaskan, seandainya para pelaku merasa dirugikan dengan apa yang telah dilakukan kliennya, mereka seharusnya membawanya ke ranah hukum. Bukan main hakim sendiri, memukuli kliennya,” kata Robinson. Ia berharap aparat kepolisian, khususnya Polsek Cengkareng bisa menangani kasus ini secara profesional.”Sehingga para pelaku dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” pungkas Robinson.


Di tempat terpisah, Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo saat dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya akan bekerja sacara profesional dalam setiap menangani laporan dari masyarakat.
“Akan kita tangani secara profesional sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan masyarakat diminta untuk percayakan kepada pihak kepolisian untuk bekerja secara profesional dan transparan,” ucap Kompol Ardhie Demastyo. (Dedy Budiman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.