oleh

Projo Budi Arie Setiadi Nyatakan Kemungkinan Jokowi 3 Periode

Jakarta – RNC: 11 Juni 2022, Setelah sempat terkubur, wacana Presiden Joko Widodo 3 periode berdengung kembali. Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi di talk show Total Politik beberapa waktu lalu menyatakan kemungkinan untuk Jokowi meneruskan masa jabatannya tetap ada. Pernyataan itu disampaikan Budi Arie di tengah konstelasi politik jelang 2024 yang justru semakin menghangat. Ada apa di balik bangkit dari kubur wacana 3 periode?

Maka dari itu dalam pembahasan tentang Jokowi 3 periode bahwa Total Politik menyelenggarakan diskusi #Safari24 dengan tema ”Bangkit Dari Kubur Jokowi 3 Periode”. yang diselenggarakan pada hari Minggu, 12 Juni 2022, jam 14.30 – selesai, di Dualitas Coffee Jl. Prof. DR. Soepomo No. 13 RT 5 RW 1, Menteng Dalam, Tebet, Jaksel. Hadir dalam undangan sebagai Narasumber yaitu :

1. Panel Barus (Bendum Projo)

2. Masinton Pasaribu (Politikus PDI Perjuangan)

3. M. Qodari (Direktur Eksekutif Indo Barometer)

4. Budi Adiputro & Arie Putra (Moderator)

Sebagai informasi, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi baru-baru ini memberikan komentarnya tentang perpanjangan masa jabatan presiden RI. Menurut Budi Arie Setiadi, Jokowi 3 periode adalah hal yang tidak dapat diprediksi, oleh karena itu, hal seperti perpanjangan masa jabatan presiden juga bisa saja menjadi kenyataan. Kalau metaforanya balapan, 2024 itu tikungannya banyak dan tajam-tajam, karena masih banyak kemungkinan. Dalam balap itu kita nggak bisa menduga siapa pemenang di lap terakhir. Nah, ini 2024 sama, ketidakpastian, unpredictable-nya tinggi sekali. Saya bilang ke teman-teman Projo, kita harus jeli, jangan-jangan 3 periode, jangan-jangan perpanjangan masa jabatan.

Skenario Jokowi wapres nggak mungkin, diskip lah. (Kalau 3 periode) masih mungkin. Budi Arie Setiadi juga berpendapat selama anggaran pemilu belum disahkan, maka Projo akan tetap sesuai dengan rencananya. Masinton Pasaribu sebagai Politikus PDI-Perjuangan tidak setuju dengan adanya wawancana Jokowi 3 Periode bahwa : “jadi kalau datang dari kekuasaan ide tiga periode itu yang benar-benar dia tidak mengerti tentang Reformasi dan demokrasi itu maka dalam proses Reformasi dan demokrasi itu sebagai koreksi terhadap kekuasaan yang lama maka disepakatilah untuk dilakukan amandemen terhadap undang-undang dasar 1945 dituangkan dalam bentuk konsensus yang tertulis bahwa masa jabatan untuk menghindari kekuasaan yang apa semena-mena yang absolut tidak tahu batasannya kapan maka dibatasi lah dua periode 2 periode per 5 tahun tapi konsensus dasar kita dalam Reformasi dan demokrasi itu kalau kemudian datang ide tiga periode ini ide yang menganggangi Reformasi dan demokrasi kalau dia datang dari kekuasaan maka kekuasaan ini sejatinya tidak menjalankan mandat dan amanat reformasi demokrasi tahun 98.

Reformasi dan demokrasi ini kita harus memberikan kepastian terhadap generasi kita yang akan datang dalam mengelola negara kalau sekarang kita Iya kan tidak periode apa ada jaminan bahwa nanti enggak akan minta 4 periode berikan kepastian maka di situlah kita harus memberikan kepastian buat generasi kita yang akan datang baik generasi hari ini dan generasi yang akan datang penuhi jalanan kalau itu memang agenda yang ingin dipaksakan sudah jelas rambu-rambu itu kalau ada datang dari dalam kekuasaan ya kalau itu dikemas dalam bentuk aspirasi itu bukan aspirasi itu Tirani saya nggak mau menyebut orang kelompok yang ingin mendorong tiga periode itu berwatak Tirani penggalangan dukungan untuk penyampaian tiga periode itu di mobilisasi.

Siapa yang hari ini menginginkan 3 periode real rakyat kita tanyakan tidak ada ya bagian dari modernisasi tadi Nah maka kalau saya berpandangan Ide ini masih berjalan kita minta buktikan jangan di kamuflase ya saya curiga jangan-jangan agenda Pemilu itu cuman kamuflase selain a-nya ternyata 3 periode nya perpanjangan penundaan Pemilu prinsipnya baru Pemilu itu udah dijawab memang interview jadinya ya berbahaya ketika dan tiga periode itu menjadi plan A ini apa enggak bisa ini pemerintahan yang diisi oleh kaum oligasi buat bukan kaum demokrasi ini bukan pemerintahan yang demokratis mengerti mandat dan amanat Reformasi dan demokrasi tahun 98, ini bahaya maka kita Ingatkan kekuasaan yang berwatak harus dikubur dari sekarang berpikir tiga periode saja itu pelanggaran apalagi melakukan mobilisasi ya”, tutupnya. (RNC/Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.