oleh

Frista Debby Founder Emoti Coffe & Roastery Hadirkan Kopi Gayo

Jakarta – RNC:  24 Juni 2022, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agrobisnis Kemenko Bidang Perekonomian menginisiasi pameran kopi yang bertajuk Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022 diselenggarakan secara offline (24-26 Juni 2022) di Plaza Lapangan Banteng Jakarta yang diiniasi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Bidang Perekonomian.

Asep Tarhino juga sangat senang dan bangga menghadiri acara Pembukaan Indonesia Premium Coffe Expo & Forum 2022 untuk pertama kali nya secara offline dan memperkenalkan produk mesin kopi dan produk kopi asli dari Bandung.

Frista Debby sebagai Founder Emoti Coffe & Roastery yang juga buka stand EMOTY Coffe & Roastery” di Pameran Coffe Expo & Forum 2022 menghadirkan  Kopi Gayo, Sumatera Utara, Flores, Bali, Papua, dll memberikan wawancara dihadapan Media Elektronik.

“Allhamdulillah kami Emoti Roastery mengikuti acara Indonesia Premium Coffe itu kami dipilih langsung oleh Jakpreneur DKI Jakarta. Sebelum acara ini kami ikut Formula E dari Jakpreneur juga. Kenapa aku tertarik di dunia perkopian karena dulu aku kerja di Asosiasi Kopi sebagai customer service. Di dunia kopi itu orangnya berbaur antara atasan dan bawahan ketika ngopi itu bareng-bareng”. Tutur Frista Debby.

Usaha Emotikon itu berdiri pada tahun 2017 berawal kami dari internet. Berawal kami dari online akhirnya kami mendirikan store pada tahun 2020. Store kami ada di Pangkalan Jati ditahun 2020 juga kami langsung daftar Jakpreneur. Produk kami langsung dibantu, sebelumnya kami belum punya perizinan seperti P-IRT, halal, merek dagang kita semua dibantu sama Jakpreneur. Ada pelatihannya yaitu pelatihan penjualan via media sosial. Kami benar-benar dibantu dikasih saran, dikasih didikan, itu tahapnya konfigurasi sampai merek kita bisa bagus dan tetep disini.

Terkait training lebih ke teknis perizinan, kalau untuk kopinya aku dasarnya sudah di bidang kopi. Aku kerja di asosiasi itu dari tahun 2014. Asosiasi yang dulu aku pernah kerja itu di Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia. Itu daerahnya di Menteng. Kebetulan aku jadi customer service. Tahun 2019 aku ikut lomba Allhamdulillah menang Juara II. Dari situ Allhamdulillah karir ngopi akhirnya jadi meningkat. Jadi itu untuk modal juga.

Hampir setiap event sebelum bergabung sama Jakpreneur aku lumayan banyak ikut event kopi. Kalau untuk target kita disini acara Indonesia Premium Coffe dari setiap daerah itu bawa kopi unggulannya masing-masing. Dan kami dari DKI Jakarta tidak punya Kopi. Kami ada beberapa kopi dari daerah, disini rata-rata dari kawan semua ambil kopi yang kusuka saja, aku roasting, aku rasa baik disebarluaskan maka aku jual.

Disini ada beberapa daerah yang kita kenal seperti Kopi Gayo, Sumatera Utara, Flores, Bali, Papua, Sulawesi kita semuanya ada. Untuk event biasanya kita outdoor halus. Untuk siap diminum butuh proses agak lama. Makanya kita bikin minuman cepat saji. Jadi ready to drink. Produk kita juga sudah lolos kurasi Jakpreneur. Kalau kita pakai franchise kita masih akan, tapi kita juga buka training. Jadi kita mengedukasi misalnya seperti entrepreneur baru mau usaha. Biasanya kami dari diskusi dulu keperluannya apa nanti kami arahkan.

Misalnya kopi itu dari Hulu sampai Hilir dia punya profesinya jadi biar tidak salah untuk jualan, jadi kami dampingi sampai benar-benar jadi. Contoh misalnya membuat kopi susu minuman kekinian. Itu yang akan kita franchise kan serinh dipelajari sama orang. Jadi kita basicnya adalah toko, jadi kita jual kopi, jual totebag, jual sirup, dari beberapa merek. Kita kasih misalnya kopinya dari daerah A, daerah B, ini harganya sekian dan ini beberapa varian rasa. Jadi kita diskusinya setelah dapat apa yang kita mau, terus kita diskusi harga jualnya berapa. Kami bimbing sampai benar-benar jadi. Misalnya ada beberapa karyawan kita planning.

Allhamdulillah ada beberapa kedai kopi yang sudah pakai jasa kita. Ada kopi Aceh sampai paling jauh dari Kalimantan. Aku sangat terbantu banget oleh Jakpreneur, karena dari Jakpreneur aku baru tahu kita jualan tidak boleh asal jualan. Harus ada perizinan karena sekarang misalnya dari tokopedia itu harus sudah punya izin. Meskipun kita sudah punya izin, kita memperluasnya gampang. Supermarket bisa, ekspor bisa, jadi intinya aku ingin sharing ke kawan-kawan yang berusaha di mulai dari perizinan dulu. Misalnya kita mereknya sudah luas tetapi belum daftarkan HAKI. Nanti kalau misalnya kita sudah besar bisa saja diambil orang. Makanya kita daftarkan dulu izin biar kita merasa aman juga.

Jadi kita usaha itu tidak sia-sia kedepannya. Jadi aku disini sebagai perwakilan Jakpreneur untuk mengajak kawan-kawan untuk berusaha dimulai dari perizinan dulu. Emoti itu aku ambil dari kata Emot Icon atau ekspresi karena kopi itu adalah rasa tidak bisa diperdebatkan. Kenapa ekspresi aku ambil, kalau kopi itu identik dengan laki-laki, sedangkan sekarang perempuan juga ngopi. Dari dulu perempuan sebenarnya ngopi. Dan ternyata kalau dibalik layar itu yang sortir kopi itu rata-rata perempuan.

Disini aku mau mematahkan stigma kalau kopi itu macho, cowo banget, harus kekar, black, coklat banget. Aku bervariasi warnanya sesuai dengan cita rasa kopinya. Karena setiap daerah itu punya ciri khas masing-masing jadi kopi itu tidak harus hitam tapi perlu warna variasi. Untuk saat ini aku berharap untuk nasional saja. Karena masih banyak daerah kita dari hulu ke hilir belum connect. Nanti ketika sudah lumayan kuat baru kita mau ekspor. Kalau untuk market kita, aku kan di Asosiasi dari sabang sampai merauke ada. Jadi rata-rata kawan-kawan mau nanya informasi misalnya mau meroasting kopi apa, Mau lihat contohnya, rasanya seperti apa. Mereka rata-rata cafe punya kopi sendiri. Kalau mau rebranding sendiri asalkan jangan melupakan P-IRT, sama diproduksi oleh Emoti Coffe. Kalau mau diganti silahkan. Kalau medsos sudah luas jadi mereka bisa pakai Emoti Roastery atau Frista Debby mereka sudah tahu dan dipercaya.

Intinya usaha itu percaya. Kita dikasih free untuk isi dan manfaatin sebaik-baiknya dengan informasi yang sudah didapatkan. Harapannya event ini sangat baik karena dari beberapa daerah tumbuh di Jakarta kalau mau kopi dari aceh bisa, kopi dari papua disitu ada, sulawesi ada, disini event ini aku suka karena merasakan setelah dua tahun kota vakum bangkit dan silahturahmi lagi,” tutupnya. (RNC/Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.