oleh

Boki Ratu Nisa, Bulan Bhakti Pancasila dan Sarasehan Warisan Nusantara

Jakarta -RNC: 27/6/2022 Dengan adanya acara ini, sebenarnya tidak cukup untuk mengupas, menuntas, tentang sejarah bangsa Indonesia ini, dan juga bagaimana menganalisa dan menyikapi semua persoalan negara ini, tidak cukup sehari atau dua hari tentunya kita harus bisa menggali menggali dan kemudian harus berbicara kemudian juga kita harus berkordinasi dengan semua pihak dan pemerintah dengan partai politik dengan semua institusi yang terkait.

Tapi secara keseluruhan saya melihat bahwa harta bangsa Indonesia itu memang luar biasa, boleh di bilang untuk kebutuhan dunia pun harta Indonesia sangat lebih dari cukup, hanya saat ini kita semua sama sama perihatin, pemiliknya ini orang Indonesia bener apa gak, dimana mana memang aturan maen seorang investor tentunya akan menguasai tertinggi dari pada aset dari dunia usahanya itu atau seumber daya alam di Indonesia.

Nah sekarang seharusnya ini pintar pintar aja harus di lakukan oleh bangsa dan negara ini, pemerintah kemudian dengan kepala daerah, kepala partai politik harus sama sama memiliki jiwa nasionalis, harus memiliki dasar komunikasi yang baik dan kami kira yang baik, bagaimana mengira menyelamatkan bangsa dan negara ini supaya kita jadi tuan di negara kita sendiri.

Kami di sini para pemantu adat hanya mengingatkan kita tidak ingin negara kedepan menjadi negara kerajaan tidak perlu kita sudah sepakat untuk mengakui adanya kedaulatan bangsa Indonesia ini dengan NKRI, tapi paling tidak perhatikanlah budaya dan adat, dan hak hak yang merupakan hak hak masyarakat adat itu berharap di perhatikan jangan sampe budaya asli ini hilang rata rata kalo misalnya udah ada investor supaya adatnya  ini gak jalan, dan supaya gak berontak malah di singgikan pelan pelan budaya dan adatnya  dikikis.

Dengan segala macam inter inter politik dan sangat di sayangkan kaloseandainya partai politik sendiri yang saya bilang, mau partai politik, maupun juga nanti para kepala daerah kalo seandainya tidak memiliki jiwa nasionalis dan gak memilik jiwa kepemilikan budaya dan terhadap adat itu sendiri repot kita sama samalah kita gak menolak adanya investasi di Indonesia di daerah, tapi pembagianya inilah yang kita harus di tanyakan, sekalipun adanya investasi di sana misalnya kayu atau apa, tapi harus ada kontribusi untuk masyarakat adatnya itu yang saya inginkan dan itu harapkan semuanya paling tidak ada di baginya nyata walaupun mereka memiliki CSR dan ada sekian persen mereka mensisikan biasanya, tetapi nah CSR ini transparan atau tidak gitukan kadangkala para kepala daerah atau mungkin oknum oknum tertentu tapi kita gak menyebut oknum oknum itu, tapi beberapa oknum mungkin sengaja yang seharusnya itu ada hak untuk masyarakat adat tapi itu tidak di alokasikan sebagaimana mestinya.

Surat surat yang berharga katanya di simpan UBS dan lempengan lempeng yang kono katanya, itu katanya Emas padahal saya cek itu Kuningan dan itu ada lambangnya ” Ir . Seokarno” dan itu tidak hanya di Maluku Utara aja dan itu kita temukan di beberapa daerah bener gak sih gitu kan. Dan saya gak mengerti apakah ini betul betul nilai sejarah yang usianya   sekian ratus tahun yang lalu memang sengaja, atau ini memang ada sengaja kenangan politik tertentu yang kita gak tau ini.

Sebenarnya ini tujuannya apa lalu di bilang ada hartanya Seokarno yang ada di luar negeri coba ada gak sih, dan katanya ada aset aset yang di miliki para raja sultan  se-nusantara sampe di sampe di kejar ke beberapa negara, dan mohon maaf ahirnya di jadikan Ngamen loh, dan ini ada surat berharga saya harus ke singapore, ke Swiss dan harus ke sini, tapi saya harus ada uangnya nih ahirnya di jadikan Ngamen. Nah inilah anak anak kami orang orang, hal ini membuat rancu tapi saya sudah pernah nanya, tapi dlu saya di komisi 11 dan saya nanya ke bang Rul she sebetulnya tidak ada, tapi kalo mau kaya cari duit yang biasa aja.

Saya berharap tentunya semua yang terkait pemerintah kemudian juga elit politik dan masyarakat adatnya sendiri dan jangan tinggalkanlah budaya sendiri, dan Bungkarno juga bilang jas merah, jangan tinggalkan sejarah karena kita lahir dan besar itu dari sejarah kita, dan tidak ada seunik sekaya, seluhur, semulia seperti bangsa Indonesia kita ini negara terkaya di dunia, dengan kekayaan alamnya, dengan kekayaan budayanya, dan saya sudah meneliti dari beberapa negara yang saya kunjungi sepertinya hanya Indonesia yang memiliki beragam kain kain batik, songket, itu hanya Indonesia yang luar biasa yang tentunya boleh di bilng Indonesia ini sangat bangga, dan terkadang negara luar aja bisa bikin di indonesia dan bikinya di Tasik seolah olah dan biayanya lebih murah, lalu kain songket juga bikin di Indonesia ada negara negara Laen dengan design yang bagus, tapi mau di bayar murah, baru baru ini aja batik baru milik Indonesia.” Ujar . Boki ratu Nisa “. (RNC/Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.