oleh

Diplomatic Forum: Youth, Their lnspiration for the World’s Better Future

Jakarta – RNC: Kalau di Indonesia sekarang makin banyak berjalan 2060 atau lebih cepat. Lalu pemerintah juga mengencourage BUMN seperti PLN punya energi transition mechanism dengan financial institution dengan EDB. Terus banyak green investment itu serta merta mendorong Pembangkit EBT untuk dilakukan. Lambat laun akan berjalan terus kesana.

Perkembangannya sudah cukup masif tapi dengan adanya isu kemarin antara Rusia dan Ukraina ketahanan energi perlu juga di consider. Seperti Jerman sudah fuel press out tapi ingin membangkitkan coal lagi minta lagi Ke Indonesia atau yang lain. Jadi kita ketahanan energi harus istilahnya teknologi yang bisa mengcapture carbon storage dan lain sebagainya untuk bisa membalance. Kalau misalnya membangkitkan EBT itu tidak mudah. Harus ada balancingnya sehingga zero emission bukan berarti zero semua. Ada yang boleh meng emisi atau mengambil dan mereduksi yang hasilnya 0.

Kita bisa terbagi-bagi pergerakannya. Ada yang bisa policy advoacy atau bisa kebijakan langsung yang turun langsung kelapangan. Dua hal itu harua kita masukkan. Saya seperti ambil contoh di kop kemarin ketika kita dialog dengan Internasional. Teman-teman Internasional sana mereka salut terhadap anak-anak di Indonesia karena grass root levelnya berjalan. Ketika kita bicara dengan high level yaitu decision maker ada portofolio yang dibangun itu ternyata kongkrit. Kita harus memberikan suara lebih banyak.

Setiap negara punya karakteristik masing – masing. Yaitu development countries dengan negara maju dia bisa langsung policy advocacy langsun bisa kasih advice kepada high decision maker. Tapi kita agree semuanya harus melalui beberapa step. Dari awareness, experience kalau sudah ada kongkritnya baru bisa dibawa ke pemerintahan bahkan pertimbangan. Ternyata dilapangan seperti ini, Solusinya ini, kira kira bapak harus kontribusi seperti ini, itu yang harus dibangun oleh pemuda.

Karena kuncinya anak muda bisa jadi jembatan semuanya. Ketika bicara dengan government mereka eiger diskusi dengan anak muda. Pergerakan anak muda harus dimunculkan ke publik agar suaranya lebih didengar dan pergerakannya lebih cepat lagi. Jadi harus dilibatkan dari sekarang. Dia bisa bergerak secara sendiri kalau besar harus berkolaborasi. Bisa dari kecil dulu dikumpulin mungkin bisa bawa barang ke pemerintah atau sektor usaha. Kedepannya harus ada wadah showcase project yang sudah dimiliki teman-teman.

Menurut saya pribadi itu presistensi itu penting. Misalnya melalui pergerakan di kuliah, hanya bertahan saat kuliah, selesai kuliah tidak ada lagi. Harus diliat roadmapnya jangan serta merta harus longterm. (RNC/Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.