oleh

Choirul Amin Founder @Ekspor.id Siap Kerjasama dengan Kementerian Perdagangan UMKM di Dunia Bisnis Ekspor

Jakarta – RNC: 13 Juli 2022 – Kementerian Perdagangan RI bekerjasama dengan Ekspor.id mengadakan workshop Ekspor UMKM dengan memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk showcase produk di INAEXPORT Kemendag pada hari Rabu, 13 Juli 2022 di Gedung Kementerian Perdagangan RI Jakarta Pusat. Selain dari workshop UMKM ini juga digelar permanen exhibition di lantai 2 Gedung Kemendag, dimana dalam workshop ekspor UMKM ini hadir narasumber yaitu Marolop Nainggolan (Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor) dan Choirul Amin (Founder / CEO @Ekspor.id)

Choirul Amin sebagai Founder & CEO @Ekspor.id memberikan wawancara dihadapan media elektronik bahwa jadi ini memang event buat para pelaku UMKM biar dapat belajar ekspor yang memang harus difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan, agar sekalian mereka mengetahui bahwa Kementerian Perdagangan juga mengadakan Showcase di In Expor. Jadi teman-teman bisa mendapatkan kesempatan menunjukan barangnya atau produknya disini. Selain itu teman-teman juga bisa belajar ekspor karena saya biasanya memberikan edukasi – edukasi ekspor melalui platform saya di @ekspor.id.

Melalui seminar ini kita memberikan edukasi teman-teman pelaku UMKM terkait ekspor sambil memberitahukan bahwa teman-teman juga bisa sekaligus memamerkan produknya untuk ekspor di Kementerian Perdagangan plus sekaligus bisa mencarikan market atau pasar disini juga. Karena di @ekspor.id salah satunya bisa mendapatkan Inquiry di @ekspor.id . Jadi jualan di Indonesia secara lokal kita wajib berbadan hukum dan berbadan usaha apalagi Internasional salah satu yang bisa isitilahnya Indonesia dikenal profesional perusahan itu harus terdaftar juga sebagai PT/CV dan sebagainya. Selain itu produknya harus memenuhi persyaratan-persyaratan dagang atau edar produk makanan yang aman dikonsumsi.

Untuk produk pertanian dia harus tersertifikasi dalam komoditi pertanian misalnya selama ekspor karantina pertanian, sertifikat, dan analisis untuk produk-produk biar tahu konten apa saja didalam produk pertanian tersebut. Untuk ini termasuk kategori workshop itu seperti pemaparan terkait ekspor bukan seperti di kelas lama. Yang kita sampaikan sebagai katalis teman-teman bisa mengembangkan pengetahuannya saja apa saja yang harus diketahui tentang ekspor, apa yang harus saya pelajari kedepannya.

Kalau belajar ekspor itu panjang jadi dimulai dari regulasi kita harus paham betul persyaratan bahkan produk kita juga harus paham betul. Kita kemarin open pendaftaran tidak sampai seminggu yang lalu. Jadi yang daftar itu hampir 100 PT/100 perusahaan. Kebetulan kita kurasi jadi 50 dibagi menjadi 2 sesi. Jadi 25 PT disesi pertama kemudian 25 PT untuk sesi kedua. Pendaftarnya hampir 190 sekian. Salah satu efek pandemi jadi terdigitalisasi dan itu kita harus berusaha untuk persiapkan diri apalagi negara berkembang seperti kita harus menyesuaikan diri agar tidak terdisrupsi dan kalah dengan negara lain.

Contoh misalnya Marketing yang biasa kita offline bisa secara online. Melalui platform marketplace atau ecommerce. Kita ekspor juga secara online kita showcase secara digital. Kalau dulu harus ada tempatnya, ada mejanya. Sekarang teknologi digital produk kita. Itu salah satunya termasuk dalam kategori produksi, pendapatan keuangan, teman-teman UMKM juga harus bisa menyesuaikan diri. Dicatat di buku sekarang mungkin bisa melalui digital ada aplikasi khusus untuk jabatan keuangan yang lebih mudah.

Sebenarnya Ina Ekspor itu rilis 2019 dan memang ini salah satu platform pembuka dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Dibentuk salah satu fungsinya untuk bisa memberikan kesempatan UMKM memamerkan produknya dan bisa dilihat buyer – buyer luar negeri. Karena Kemendag punya relasi luar negeri seperti ITPC, Atase perdagangan dari sana kita memamerkan produk kita secara online ada buyer yang lihat secara online. Nantinya akan terbentuk permintaan. Secara simple programnya pemerintah dalam bentuk sebuah aplikasi atau digital.

Daftar di Ina Ekspor gratis tapi ketika Inquiry dari buyer bernegosiasinya secara personal atau private tidak melalui Ina Ekspor. Bernegosiasi secara langsung. Ekspor.Id itu platform edukasi terkait ekspor kita secara aktif mengedukasi masyarakat. Kita berkolaborasi dengan pemerintah termasuk Kemendag, Kementerian Perindustrian, dan Koperasi UMKN, dan Luar Negeri secara terus menerus untuk mengedukasi sebanyak-banyaknya UMKM. Karena ekspor sekarang mudah tidak seperti jaman dulu. Itu salah satu fokus Ekspor.id yang saya bentuk tahun lalu.

Anggota kalau di media sosial ada 15 ribu sekian, di forum-forum hampir 4 ribu, alumni-alumni kita mengedukasi dibatasi diangka 400. Sudah lebih dari 60 orang melakukan ekspor. Sudah setahun dari 17 Agustus. Harapan kedepannya semakin banyak program-program baik dari pemerintah maupun lembaga lainnya untuk mengedukasi ekspor yang seperti yang kita lakukan. Kemudian harapan lainnya biar bisa berkontribusi ekspor. UMKM di Indonesia terpadat di dunia tapi kontribusi ekspornya masih sangat rendah. Dengan adanya program ini bisa meningkatkan ekspor Indonesia,” tutupnya. (RNC/Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.