oleh

Sari W Pramono Hadiri peluncuran buku “Memperadabkan Bangsa Paradigma Pancasila Untuk Membangun Indonesia”

Jakarta – RNC: 2 Agustus 2022, Sari W Pramono (Kepala Divisi Tenaga Kerja dan Kesehatan) menghadiri acara peluncuran buku “Memperadabkan Bangsa Paradigma Pancasila Untuk Membangun Indonesia”. yang diselenggarakan Aliansi Kebangsaan di Aula Pustaka Loka, Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD RI pada hari Selasa, 2 Agustus 2022.

Sari W Pramono (Kepala Divisi Tenaga Kerja dan Kesehatan) memberikan keterangan wawancara dihadapan media elektronik bahwa “Pada intinya kami mendukung dari belakang, kembali lagi ke Pancasila. Saya lihat seperti tadi Bambang Soesatyo menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sendiri mengalami penurunan terhadap kepercayaan atau pemahaman di Pancasila. Jadi HIPMI merupakan salah satu organisasi Himpunan Pengusaha Muda berkewajiban untuk membantu pemerintah bagaimana mendidik para kader-kader kami untuk kembali lagi kepada Pancasila”.

Sebagai salah satu dasar ideologi bangsa yang sudah diberikan oleh penerus bangsa kita. Jadi tantangan yang sekarang adalah bagaimana kita komunikasikan Pancasila ini dalam bahasa milenial. Mungkin hal itu yang belum terjamah saat ini karena pemerintah sendiri lagi sibuk sama urusannya. Mungkin teman-teman dari kalangan cendekiawan atau dari kalangan universitas sendiri mungkin juga belum bisa duduk bersama-sama. Dalam hal ini kita melihat bahwa ini tugas kita bersama tentunya pemerintah sebagai salah satu mentor masyarakat dan warga negara.

Sudah pasti sudah merupakan salah satu tugas pemerintah di pendidikan dalam kebangsaan. Karena tentunya nilai-nilai Pancasila itulah yang membuat pluralisme bisa masuk. Kewarganegaraan kita juga menjadi luntur, ini yang harus kita kuatkan lagi bahwa sebagai Bangsa Indonesia ini kembali lagi melihat cita-cita bangsa kedepan seperti apa yang berlandaskan Pancasila. Kalau tidak tentunya seperti tadi dikatakan dari teman-teman narasumber bahwa Pancasila akan hilang.

Kita tahu bahwa kesaktian itu masih ada, namun bagaimana caranya kita bersama-sama tidak asik sendiri. Jadi di dunia usaha asik sendiri dan dunia kalangan akademisi asik sendiri juga. Bagaimana kita bersatu dan berkumpul dengan adanya buku ini kota digugah lagi kesadarannya. Bagaimana sekarang Pemerintah harus benar-benar melihat bahwa ini salah satu hal yang harus menjadi konsen kedepan, bukan lagi kita berbicara soal bagaimana negara ini arah dan tujuan. Mas Bambang sudah bilang bahwa kita memerlukan arah dan tujuan. Bagaimana arah dan tujuan itu tercapai, jadi kita harus balik lagi kepada Pancasila dan bagaimana Pemerintah juga mengembalikan lagi kepercayaan publik. Bukan hanya Pemerintah secara politik dan tata kelola, tapi juga penegak hukum. Kalau semuanya tercapai kepercayaan Pemerintah, dari Masyarakat akan lebih mudah diatur.

Dengan melibatkan dunia usaha untuk diranah tata kelola dan tata sejahtera juga. Jadi pemerintah mengelola negara dan dunia usaha mengelola kesejahteraannya juga bersama-sama melalui pendidikan pancasila tadi ke seluruh kader-kader yang ada baik dari informal maupun organisasi. Itu menjadi tugas kita bersama, namun tentunya ini menjadi tugas besar. Bahwa Pemerintah ketika mengeluarkan suatu undang-undang itu harus benar-benar solid dan cara mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Jangan sampai seperti yang dikatakan Bapak Bambang bahwa ada pecah belah.

Makanya untuk saat ini adalah dengan adanya peluncuran buku ini bisa merefleksikan diri lagi, kembali lagi bagaimana tata undang-undang kita. Bagaimana yang sudah kita luncurkan apakah sudah sesuai, apakah sudah menjawab keresahan-keresahan dari Masyarakat yaitu adalah tugas dari Pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan tata kelola. Jadi yang kita inginkan di Pemerintah ini bagaimana mengkomunikasikan kepada kita dunia usaha. Kepada masyarakat juga tentunya segala peraturan terbuka lagi matanya untuk menguatkan pendidikan.

Bagaimana melibatkan dunia usaha dalam segala tata kelolanya supaya kita juga disini mendapatkan porsi. Demikian juga saran dari teman-teman di akademisi bisa jadi salah satu penguat juga kedepan. Ada kemauan bersama yang kita inginkan adil makmur akan terjadi tidak hanya mimpi belaka. Pemerintah harus turun bersama kami bersama-sama mengedepankan gotong royong, mengembalikan kembali Pancasila, dan ayo kita tata kembali untuk menuju kearah yang benar.

Kalau dari HIPMI sendiri bahwa Pancasila ada dalam darah kami. Jadi saya berharap dengan adanya HIPMI Academy dengan kerjasama dengan PT kedepannya HIPMI sendiri bisa ikut menjadi ruang didik untuk bagaimana Pancasila ini akan kita hidupkan kembali. Tidak mungkin kita berbicara dengan buku setebal itu, kita punya teman-teman dari pengurus-pengurus kita. Bagaimana kita komunikasikan kembali Pancasila kepada mereka tetap hidup didalam sanubari kita, bukan hanya tetap hidup menjadi contoh saya harapkan Pemerintah ini menjadi contoh nomor 1 sebelum masyarakat,” tutupnya. (RNC/Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.