oleh

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Gelar Sidang Pencemaran Nama Baik Uci Flowdea oleh Medina Zein

Jakarta – RNC: 8 Agustus 2022, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang Pencemaran nama baik Uci Flowdea yang dilakukan oleh Medina Zein di ruang sidang H.M. Ali Said, SH yang dipimpin oleh Ketua Hakim yang bernama Bawono Effendi SH., MH, pada hari Senin (8 Agustus 2022). Uci Flowdea yang juga kolektor tas branded memberikan kesaksian di hadapan hakim terkait sidang Medina Zein atas dugaan pencemaran nama baik yang didampingi oleh masing-masing tim kuasa hukum Uci dan Medina Zein.

Setelah menjalani persidangan hampir 2 jam, Uci Flowdea memberikan keterangan pers dihadapan media TV dan elektronik bahwa banyak rintangan tapi saya tetap berbicara sesuai kronologi yang terjadi, walaupun banyak tantangan saya tidak takut. Karena memang faktanya seperti itu dan tidak ada yang direkayasa. Tadi saya setelah bersidang sempat pelukan sama Medina dikarenakan saya merasa kasihan, kita sebagai umat Kristiani juga harus memaafkan banyak orang. Kenapa hal ini sampai terjadi, kalau misalnya sebelum hal ini terjadi saya sudah kasih tahu dia bahwa saya minta uang saya dibalikin dan urusan selesai. Tetapi dianya semakin galak, tapi saya tidak tega tapi hukum tetap berjalan.

Adapun pembelian 4 tas branded lalu melalui COD dengan DP 100 juta dengan total 1,3 M yang berawal dari urusan tas sampai timbulah hal-hal pengancaman, hal-hal penghinaan itu banyak sekali untuk saya. Karena Mbak Medina itu kalau Whatsapp saya seenaknya dia. Kadang waktu mau tidur, kadang pagi hari mau bangun tidur dengan kata-kata kalau gak ngancam ya menghina. Lalu disitu saya timbullah rasa takut sampai saya pindah-pindah rumah, kebetulan saya punya beberapa rumah saya tidak berani tinggal di rumah saya di Graha.


Disitu kalau di Graha ada bel bunyi saya takut langsung tegang kayak nervous dan kebingungan. Karena yang dikirimnya ke dia selalu ini bukti dia laporan polisi dan somasi-somasi sekaligus dijelaskan undang-undang hukumannya beberapa tahun. Awal-awal yang lalu saya memang periksa psikiater di Surabaya. Lalu disitu saya sudah konsumsi obat beberapa bulan, kemudian orang tua saya bilang suruh cek saya check-up di Singapore. Lalu ditemukan juga ada hormon saya ada sedikit ngangguan. Makanya kemaren-kemaren saya selalu setiap hari setiap bulan itu sekali ke Singapore untuk check up karena obat yang saya konsumsi itu ternyata tidak cocok dengan tubuh saya.

Karena itu ada hormon yang terbganggu saya setiap bulan harus kesana dan selalu di cek, kebetulan kemaren saya sudah di MRA semuanya. Karena tingkat tingginya ini darimana. Jadi disini selain anak saya sudah saya larikan ke Amerika juga pengobatan saya ini juga sebenernya sekarang lebih baik daripada kemaren-kemaren. Yang seharusnya kemaren saya makan obat 3x sehari, saya sekarang kadang minum sekali pagi atau sore karena menurut dokter psikiater kalau obat diminum dari psikiater itu tidak boleh langsung lepas begitu saja tapi harus MG nya harus turun baru bisa lepas. Kalau sekarang sudah dicoba tidak minum obat tidak ada apa-apa. Dokter mengatakan tidak boleh langsung dilepas.” tutupnya. Lebih lanjut, Uci Flowdea sendiri sudah siap untuk memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim dalam sidangnya tadi.

“Saya sih gak ada emosi apa apa dengan Medina, gak ada. karena kan bukan wewenang saya lagi sudah saya serahkan ke ranah hukum. Jadi mungkin saya lebih enjoy sekarang-sejarang daripada yang kemarin,” ujar Uci Flowdea. (RNC/Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.