oleh

Mitsubishi Heavy Industries (MHI) Kerjasama dengan Jababeka Infrastruktur Dalam Proyek Silicon Valley (CORRECTIO)

Jakarta – RNC: Penerapan District Cooling System (DCS) adalah salah satu cara efektif untuk mencapai dekarbonisasi. Mitsubishi Heavy Industries (MHI), memiliki banyak pengalaman dalam menerapkan DCS di Jepang dan negara lain dengan pendingin sentrifugal canggih kami, dan kami percaya kami dapat memperluas bisnis ini di Indonesia bersama dengan Jababeka Infrastruktur dalam Proyek Silicon Valley Jababeka ini (CORRECTIO).

Tahun ini, bersamaan dengan acara G20, Business 20 (B20). Seiji Izumisawa, Presiden dan CEO MHI, bekerja untuk Energy, Sustainability and Climate Task Force (ESC-TF) sebagai salah satu co-chair bersama dengan Bapak Agung Wicaksono, Managing Director Jababeka Infrastruktur sebagai wakil ketua dari gugus tugas.

Tentang transisi energi menuju dunia netral karbon, dan DCS sejalan dengan rekomendasi kebijakan kami. MoU ini bisa dibilang sebagai salah satu warisan B20 Indonesia. Sebagai leading company di bidang teknik dan manufaktur, MHI Group memberikan solusi inovatif dan terintegrasi di berbagai industri. Di Indonesia, kami telah menyelesaikan dan mengirimkan berbagai proyek dan produk selama lebih dari 40 tahun seperti pembangkit listrik, generator mesin, pabrik kimia dan pupuk, sistem transportasi, sistem pendingin udara, pendingin, dan forklift.

Saat ini, kami sedang mengerjakan berbagai proyek transisi energi di seluruh dunia dan DCS. Kami percaya bahwa teknologi kami dapat berkontribusi pada pembangunan Indonesia dan mewujudkan dunia yang netral karbon. Proyek CORRECTIO adalah proyek yang menantang, tetapi akan mengarah pada kesuksesan masa depan Indonesia dengan memberi energi kepada perusahaan rintisan dan industri manufaktur yang ada di kota cerdas dan ramah lingkungan. Kami mendukung Jababeka sebagai mitra yang kredibel dalam mewujudkan Proyek CORRECTIO tidak hanya untuk DCS tetapi juga untuk berbagai bidang.

Aksi strategis Jababeka untuk mewujudkan Kawasan Correctio, yang digadang-gadang akan menjadi The Next Silicon Valley di Indonesia. Berbagai kemitraan dijalin oleh Jababeka sebagai bentuk komitmen nyata dibangunnya Kawasan ini. Bukan yang pertama kalinya, Jababeka sebelumnya telah menjalin kemitraan dengan institusi dalam negeri mulai dari BRIN, Indogen, Bisa AI dan Telkomsel.

Kali ini Jababeka menggandeng perusahaan internasional asal Jepang dengan reputasi puluhan tahun di bidang system energi, infrastruktur, dan manufaktur yaitu Mitsubishi Heavy Industries Indonesia. Kerja sama ini sesuai dengan visi Jababeka yang selalu berupaya wewujudkan Net-Zero Industrial Cluster di Correctio. Kawasan ini akan mengoptimalkan konsep smart and green city. Oleh karenanya, visi ini perlu didukung dengan kemitraan bersama Mitsubishi Heavy Industries yang dapat menyediakan fasilitas District Cooling System di Kawasan.

Kerja sama dengan Mitsubishi Heavy Industries diwujudkan untuk menciptakan Correctio yang tak hanya akan menjadi pusat bisnis berbasis teknologi terbesar dan pertama di Indonesia, namun juga menjadi kawasan industri yang menunjang ekosistem hijau dan keberlanjutan.

Jababeka juga akan mendorong tenant di Kawasan Industri Jababeka untuk bersinergi bersama menuju industri 4.0 dengan energi bersih dan terbarukan. Kemitraan ini merupakan langkah strategis Jababeka sejalan dengan visi pemerintah yang berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dengan menetapkan target Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat. Di lain sisi, peluang yang bisa diperoleh Jababeka bersama para Startup dan industri di Correctio yaitu terciptanya lapangan kerja hijau dan dekarbonisasi sektor.
(RNC/Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.