oleh

Lima Organisasi Sepakat Membentuk Organisasi Desa Bersatu Di Jakarta Menghadapi Pemilihan Presiden Tahun 2024

Jakarta – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Dewan Pengurus Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPN PPDI), Lima  organisasi tersebut di atas  menyatakan sikap bersepakat  membentuk organisasi Desa Bersatu di Jakarta, Kamis (1/9/22).

Dibentuknya organisasi Desa Bersatu bertujuan untuk menyatukan kekuatan desa menghadapi Pemilihan Presiden tahun 2024. Adanya Desa Bersatu adalah untuk menyikapi kegelisahan mengenai aspek kepemimpinan nasional dan mencari calon pemimpin nasional yang peduli terhadap desa  dan bisa menyerap aspirasi dari anggota Desa Bersatu jar Koordinator Nasional Desa Bersatu, H. Surta Wijaya, S.Pd, M.Si dalam kata sambutannya.

Sementara itu juru Bicara (Jubir ) Desa Bersatu, yang juga sebagai Sekjen DPP APDESI Asep Anwar Sadat menjelaskan hari ini kita melaksanakan rapat  konsolidasi  desa bersatu. Desa bersatu itu adalah bagian dari pada kolaborasi organisasi organisasi stra pemerintahan. Ada APDESI, PABPDSI,  ABPEDNAS, LPM dan PPDI,  lima organisasi ini kita sudah bersepakat akan melaksanakan deklarasi Desa Bersatu.

Maksud dan tujuannya dibentuknya Desa Bersatu adalah keinginan  sebuah visi besar membangun  kemandirian dan kedaulatan desa kedepan. Dalam jangka waktu dekat kita juga melakukan pra konfrensi calon presiden. Menjelang tahun 2024 saya berharap bahwa desa bisa berkontribusi secara politik agar kedepan bahwa desa tidak  dianggap sebelah mata oleh para pemangku kebijakan ujar Asep.

Kita tau bahwa desa di negara kita ada 74.961 yang tersebar di 33 Provinsi karena DKI tidak ada desa. Hal ini yang akan kita gaungkan kita perjuangkan. kedepannya supaya timbul akselarasi pembangunan maka kita berharap siapapun presidennya  mempunyai komitmen untuk membangun desa. Misalkan kita minta bahwa dalam konvensi tersebut minimal anggaran APBN 5-10 persen untuk anggaran dana desa. Ketika semua itu sudah tercapai maka akselerasi pembangunan baik itu infrastruktur, pemberdayaan dan lainnya akan segera cepat tercapai.

Karena bicara tentang kemajuan negara ini desa juga harus maju. Karena karena posisi desa itu yang mendominasi jangan terbalik,  posisi yang mayoritas dikesampingkan posisi minoritas dikedepankan kan tidak adil seperti itu. Kita akan kembalikan untuk membangun bangsa dan negara ini dengan berdasarkan keadilan dan ini juga merupakan bagian hajat kita semua beber Asep.

Suksesi pilpres itu, desa harus betul-betul punya kontribusi yang jelas. Sukarno bilang Indonesia tidak akan terang benderang dengan satu obor besar di Jakarta saja tapi Indonesia akan bersinar dengan lilin lilin kecil desa yang ada di seluruh Nusantara itu artinya  bahwa desa punya peran. Dan desa harus menjadi tulang punggung negara harus menjadi kekuatan ekonomi dan  kekuatan budaya. Dan Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu merawat dan mempertahankan budayanya itu sendiri pungkas Asep.

(Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.