oleh

Andi Awaluddin Kabag PEP PHI Jamsos Kemenaker Akan Berikan Bantuan Subsidi 14 Juta Pada Target Pekerja yang Mempunyai Upah Dibawah 3,5 Juta

Jakarta RNC, 8 September 2022- Andi Awaluddin Kabag PEP PHI Jamsos Kemenaker seusai menghadiri Focus Group Discussion “Menyoal Kenaikan BBM : Rakyat Dirugikan,!! Lalu Siapa Yang Diuntungkan? Yang diadakan oleh BEM Nasional di Gedung Joeang’45 Jakarta, pada hari Kamis, 8 September 2022. Memberikan keterangan wawancara dihadapan media elektronik bahwa “Kita akan memberikan bantuan subsidi untuk kurang lebih 14 juta. Targetnya memang untuk pekerja- pekerja yang mempunyai upah dibawah 3,5 Juta. Untuk memastikan mereka itu pekerja buruh itu adalah NIKnya pertama mereka peserta BPJS juga. Kemudian untuk menghindari duplikasi dengan bantuan pemerintah lainnya kita ada pengecualian. Memang untuk sektor nelayan misalnya untuk taksi, ojek online itu informal sudah diserahkan ke Kemensos.

Dan juga bantuan lainnya itu dilakukan oleh Kementerian Perhubungan sama pengemudi taksi itu berbeda lagi supaya tidak bentrok. Karena yang dikeluarkan sekitar 8 triliun. Ini mudah-mudahan kedepannya terdistribusi semua dan saya juga meminta kepada teman-teman perusahaan ini juga aktif untuk mendaftarkan pekerjanya di BPJS. Karena yang mendapatkan bantuan harus terdaftar di BPJS.

Ini mendorong perusahaan itu ada juga PDS Program. Jadi cuma daftarin sebagian program. Ada juga yang upahnya hanya dilaporkan sebagian sehingga tidak ikut seluruh program itu tidak akan dapat. Tentunya nanti ada pengawasan juga bagaimana subsidi upah bisa dilakukan secara tepat dan akurat dan akuntabel. Tepat sasaran dan ada evaluasi nanti. Bu Menteri juga akan turun kelapangan ke perusahaan-perusahaan yang akan menerima bantuan ini untuk kemudian evaluasi apakah benar pekerja ini mendapatkan bantuan subsidi tidak ada potongan.

Berbeda tahun lalu Skemanya Bank Himbara, Bank Syariah Indonesia tahun ini tambah lagi penyalurannya. Tadi Bu Risma menyampaikan ada PT Pos Indonesia untuk pekerja yang tidak dapat dan tidak punya rekening itu bisa melalui PT Pos Indonesia. Jadi kita permudah sekarang. Pekerja yang sebenarnya tidak punya rekening tidak mampu yang di pelosok-pelosok desa ini yang dikampung-kampung itu tapi mereka pekerja. Mereka ikut daftar melalui PT Pos salah satu channel yang baru disediakan.

Untuk bantuan ini 1 kali saja 600 ribu rupiah ditahun ini saja. Tahun depan kita lihat tentunya kenapa kami berikan bantuan subsidi upah ini karena kenaikan harga. Sehingga pekerja buruh ini diharapkan mampu untuk bisa meningkatkan ekonominya. Selain itu ada program lain untuk pekerja terPHK. Yang ingin mencari kerja ada kartu Prakerja. Data yang kami terima dari BPJS sepanjang mereka mengikuti BPJS Ketenagakerjaan ikut program pasti mereka dapat.

Kami sudah melakukan cek dan ricek dari NIK, data dari BPJS. Dan bisa juga cek mandiri ke website Kemenaker. Kita berikan jalur bantuan subsidi upah dan melaporkan apa saja silahkan. Untuk pelaporan tidak terdaftar dan tidak cair kita buat channel yang baru di website Kemenaker. Bu Risma menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia sudah masuk kewilayah-wilayah tentunya ini memotong jalur jadi tidak harus lagi ke Kabupaten misalnya. Diharapkan melalui PT Pos bisa memangkas biaya,” tutupnya.

(Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.