oleh

PJ Gubernur Jakarta Harapan Pelaku Usaha

Jakarta – Setelah 5 (lima) tahun memimpin Jakarta, pada tanggal 16 Oktober 2022 periode Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Ariza Patria akan berakhir. Tanggal 17 Oktober Presiden akan menunjuk dan melantik PJ Gubernur DKI jakarta sampai terpilih Gubernur definiif pada Pilkada serentak pada bulan November 2024. Sesuai dengan UU No 10/2016 tentang Pilkada bahwa Penjabat Kepala Daerah (PKD) memiliki kewenangan yang nyaris sama dengan kepala daerah definitif dengan demikian penjabat Gubernur DKI Jakarta sangat strategis mengingat masa bhaktinya hampir 2,5 tahun. Sebagai kota jasa, DKI Jakarta membutuhkan kebijakan yang pro bisnis dan pro dunia usaha, untuk itu Jakarta membutuhkan Penjabat Gubernur yang mengenal dan mengerti karateriastik Jakarta sehingga tidak salah dalam membuat kebijakan apalagi kebijakan yang menimbulkan pro dan kontra.

Jakarta disamping sebagai ibukota Negara dan pusat Pemerintahan juga sebagai pusat ekonomi dan keuangan mengingat kontribusinya yang sangat Disektor keuangan Jakarta memegang signifikan dalam berbagai sektor. peranan penting karena outstanding kredit di Jakarta mencapai 2946 dari kredit nasional dan simpanan masyarakat mencapai 49X dari total simpanan nasional. Selain itu transaksi non tunai mencapai 40” dari total transaksi Kota Jakarta juga menjadi epicentrum industri sebesar 7.361 triliun. manufacturing nasional mengingat banyaknya industri disejumlah wilayah Jakarta maupun daerah penyangga.

Dilihat dari Produk Domestic Regional Bruto (PDRB) Jakarta menyumbang 17X dari PDB Nasional yang menjadikan Jakarta sebagai penyumbang terbesar PDB Indonesia, jauh diatas provinsi lain. Kekuatan ekonomi Jakarta juga ditopang sektor konsumsi rumahtangga maupun pemerintah yang membuat sektor ini memiliki peran mencapai 6046 dalam pertumbuhan ekonomi Jakarta. Ekonomi didominasi sektor keuangan, persewaan, usaha Jakarta juga jasa, perdaganga, hotel, restoran, industry pengolahan dan pariwisata. Besarnya kekuatan ekonomi Jakarta menjadikannya sebagai magnet bagi investor untuk menanamkan modalnya diberbagai sektor. Tahun 2021 nilai investasi asing yang masuk ke Jakarta mencapai USD 4,82 miliar, sedangkan investasi dalam  negeri mencapai 9,26 triliun.

Mengingat ekonomi jakarta yang sangat strategis maka Pelaku usaha berharap alam: menunjuk Penjabat Gubernur adalah sosok yang mumpuni yang memahami karateristik kota Jakarta sebagai kota jasa sehingga tidak salah dalam mengambil kebijakan. Di samping memiliki pengalaman leadership dalam memimpin birokrasi,j uga jaringan baik dari sisi internal pemerintah daerah maupun pemerintah pusat termasuk koordinasi dengan jajaran Forkopimda. Dan yang paling penting mendalami akan profil ekonomi Jakarta yang memerlukan regulasi dan kebijakan yang mendorong berbagai sektor usaha tumbuh produktif. Terlebih dalam proses pemulihan ekonomi di DKI Jakarta, sangat dibutuhkan situasi Jakarta yang kondusif, aman, dan tenang sehingga tidak mengganggu psikologi pelaku usaha.Termasuk tahapan Pemilu 2024 yang sudah mulai berjalan sangat diharapkan Penjabat Gubernur mampu menciptakan suasana politik yang sejuk,tidak menimbulkan kegaduhan sehingga berbagai sector usaha dan jasa beraktivitas seperti biasa.

Dalam rangka menyerap berbagai masukan saran dan pandangan dari pelaku usaha di Jakarta akan figur Penjabat Gubernur DKI Jakarta, DPD HIPPI DKI Jakarta akan menyelenggarakan Focus Discussion Group (FDG) dengan dengan tema Penjabat Gubernur Jakarta Harapan Pelaku Usaha dengan para Nara Sumber : Kepala Perwakila BI DKI Jakarta, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta,Ketua DPD Golkar DKI Jakarta,Ketua Aprindo dan Ketua Umum BPD HIPMI Jaya. Masukan dari para Narsum ini akan diteruskan kepada Pemerintah Pusat untuk menjadi pertimbangan sehingga dalam menetapkan Penjabat Gubernur Jakarta adalah figure yang sesuai dengan harapan dunia usaha dan yang direspon positif oleh pasar.

(Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.