oleh

International Sea Port Exhibition and Conference (ISPEC) Bahas Isu Terkait Maritim Dunia

Jakarta – RNC:  International Sea Port Exhibition and Conference (ISPEC) secara resmi digelar selama dua hari dari 21-22 September 2022 di Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta. Dalam perhelatan ISPEC tersebut membahas terkait permasalahan di sektor maritim, untuk menuju poros maritim dunia.

Ketua Umum Himpunan Ahli Pelabuhan Indonesia, Wahyono Bimarso dalam sambutannya mengungkapkan Indonesia merupakan negara maritim. Hal tersebut sebagaimana sejak deklarasi Juanda tahun 1957, akan tetapi sektor transportasi logistik masih jauh dari hal yang memuaskan.

“Ini dibuktikan dengan biaya logistik yang mencapai 24% dari PDB yang bila di rupiahkan mencapai Rp 1.560 triliun,” ungkap Wahyono, Rabu, (21/9/2022). Selain itu, di sektor maritim seperti pelabuhan pelayaran, dan logistik mengalami berbagai masalah salah satunya yakni permodalan, sumber daya manusia (SDM), dan lainnya.

“Ini tentunya akan menjadi tantangan dimasa depan, seperti adanya persaingan yang semakin berat, juga adanya perkembangan digitalisasi 4.0 dan lainnya,” ujarnya. Dia mengatakan tantangan lainnya disektor maritim yakni terintegrasi transportasi antar moda logistik dari hulu hingga ke hilir.

“Ini yang menyebabkan kita kalah bersaing dengan dunia luar. Tentunya segelumit permasalah yang menghantui industri maritim di dalam negeri akan dibahas lebih lanjut dalam diskusi yang dalam perhelatan ISPEC 2022,” jelasnya.


Sebagaimana diketahui, perhelatan ISPEC 2022 dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Maritim Nasional tanggal 23 September mendatang. “Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut serta mendukung perhelatan acara ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, pelaksanaan ISPEC 2022 ini juga memberikan sejumlah penghargaan kepada Ir. H. Djuanda Kartawidjaja dan Soedarpo Sastrosatomo serta Perhimpunan Maritim Muda Nusantara.

Presiden Joko Widodo juga akan di anugerahi Maritime Award 2022 yang menggulirkan gagasan Poros Maritim dan Tol Laut. Ide penganugerahan ini dicetuskan oleh Yayasan Biijana Paksi Sitengsu sebagai wujud apresiasi kepada para tokoh nasional yang concern di bidang maritim.

“Sebagai bentuk penghormatan kepada Bapak Djuanda Kartawidjaja sebagai tokoh nasional, peletak dasar-dasar hukum kelautan Indonesia. Sekaligus wujud apresiasi kepada Bapak Soedarpo Sastrosatomo yang telah merintis dunia pelayaran di Indonesia,” tutupnya.

(Yus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.