oleh

Tragedi Liga I BRI, 131 Orang Nyawa Hilang, Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

Malang – MRN : Sebanyak 131 orang dilaporkan meninggal dunia laporan Pujo Reporter Mediarilisnusantara.com, dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022 tadi, mengatakan dari 131 orang yang meninggal dunia, dua di antaranya merupakan anggota Polri jumlah tersebut hanya sementara kemungkinan akan bertambah jelasnya.

Nico menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat. Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut. Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

Sampai sore ini baru 50 Jenazah diserahkan pada pihak Keluarganya “Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan,” tambahnya. Sesungguhnya, pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar pada babak pertama hingga babak kedua berakhir. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial Team.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata. Menurutnya, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial Arema FC. “Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Malang M Sanusi menyatakan seluruh biaya pengobatan para suporter yang saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Malang. “Kami mengerahkan seluruh ambulans untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan. Untuk yang sehat dan dirawat, biaya semua yang ditanggung Pemda Kabupaten Malang,” ungkap Bupati Malang Sanusi. Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.

(Malang Jatim/Pujo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.